Balance Life Emak dirumah dengan Ibu Bekerja

 

Selamat Pagi pembaca yang budiman. Perkenalkan saya “Nyonya Sabar Sanusi” demikianlah ungkapan sebagian besar perempuan Indonesia yang sudah menikah saat memperkenalkan dirinya dalam lingkup pergaulan social. Lalu pada saat mengantarkan anaknya kesekolah ia akan mengatakan “Saya Ibu nya Fayza”. Hal ini kedengarannya sangat wajar dan lazim dilakukan dari generasi hingga ke generasi berikutnya. Bukan saja di Indonesia tapi juga di banyak Negara diseluruh dunia.

Jakarta, 27 Oktober 2018 saya menghadiri undangan dari Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) berlokasi di Jl. Kemang VI no 2 bersama Ibu Futri Zulya seorang Mom Preneur lulusan School of Business and Management (SBM – ITB) kemudian melanjutkan ke Australian National Univercity Master International Business Canberra mengadakan sebuah Event bertema “Woman Talk Balance Life for Working Mom”.

Event Flyer Woman Talk ZBeauty. Opi Rahmita

Saya ingin berbagi tentang apa saja yang menjadi Peran Ibu? Di Negara berkembang sering kita temui dalam kehidupan masyarakat suatu kasus dimana seorang istri jika sudah menikah tidak diperbolehkan bekerja (diruang Publik) oleh suaminya (dengan dukungan keluarga) dengan alasan bahwa tugas utama seorang istri adalah mengerjakan tugas – tugas domestic seperti mengatur rumah tangga, memasak, melayani Suami, mengurus anak dan lain sebagainya. Tentunya sebagai Ibu kita tidak boleh melupakan kodrat dan saya pribadi menjunjung tinggi Kodrat Perempuan beserta tugas dan tanggung jawabnya untuk mendidik akhlak anak, memberhasilkan anak dan urusan internal dirumah. Mengasihi, Melayani dan Mengasuh adalah suatu gambaran pekerjaan yang ideal untuk seorang Ibu, sehingga terciptalah sebuah slogan bahwa menjadi Ibu adalah tugas yang MULIA.

 

Ibu Opi Rahmita & Fayza di event ZWomanTalk

Pada kenyataan nya slogan seperti ini dapat membesarkan hati perempuan hanya perlu diwaspadai bahwa slogan seperti ini bisa “Menjebak” perempuan untuk terpaksa menjadi Ibu. Bagaimana maksudnya? Karena takut dinilai sebagai perempuan yang tidak mulia selanjutnya dalam menjalani tugas sebagai seorang Ibu, Praktis segala urusan rumah tangga ditimpakan kepada Ibu. Jika terjadi ketidak beresan dalam rumah tangga, sudah jelas Ibu lah yang akan disalahkan. Dan sebaliknya jika Ibu dianggap berhasil dalam menjalankan tugasnya misalnya dalam mengasuh anak, maka Ibu akan mendapatkan reward baik dari keluarga nya maupun dari masyarakat.

Tolak ukur Berhasil masing masing keluarga tentu sangat berbeda, ada yang berhasil dalam menghafal Al Quran. Ada yang berhasil dalam berbahasa Inggris, ada yang berhasil Matematika, ada juga yang berhasil dalam bermain alat musik atau menari balet. Contoh perasaan bangga yang dipancarkan oleh Orang Tuanya atau Mertua nya terhadap cucu mereka. Atau bisa saja Ibu mendapatkan cinta yang besar yang diberikan oleh suami nya ketika Ibu berhasil mendidik anak yang tumbuh dan berkembang dengan baik. Menjadi anak yang soleh dan sholeha. Pintar dan berprestasi disekolah maka tentu saja orang tua terutama Ibu akan merasa sangat bahagia.

Sebenarnya dari mana asalnya penilaian “Ibu yang Baik”? tidak lain masyarakat patriarki lah penentunya. Dalam masyarakat dengan system patrillineal seperti yang kita hadapi saat ini. Peran Ibu sebagai seseorang yang melahirkan kehidupan dan membesarkan keturunan yang kadang mengalami tekanan kehidupan sedemikian rupa. Menurut saya semua Ibu yang telah melahirkan anak didunia ini Baik.

Organizer and Crew ZGlow. Opi Rahmita

Sementara peran Ayah sebagai pembawa bibit keturunan yang berkuasa penuh. Jika mempunyai anak laki laki maka Ayah akan menurunkan garis kekuasaannya kepada anak laki laki sementara anak perempuan hanya bertugas untuk melahirkan dan membesarkan bibit kekuasaan.
Dijaman modern seperti saat ini, semakin berkembang nya paradigma perempuan bahwa dengan menjadi Wanita Career (Ibu Bekerja) juga tetap harus bertanggung jawab untuk urusan logistic dan domestic rumah tangganya. Bagamana bisa?! Jelas Bisa! Yang penting mind set kita sendiri yang paling paham bagaimana cara mengatur waktu antara pekerjaan dikantor dengan tanggung jawab dirumah. Memang segala sesuatu nya pasti mengandung resiko. Sekarang tinggal bagaimana kita meminimalisir resiko tersebut misalnya dengan mempekerjakan assisten rumah tangga. mempercayakan dan berbagi beberapa tanggung jawab namun pengawasan dan control sepenuhnya menjadi tanggung jawab Ibu 100%. Sementara bagaimana peran Ayah? Ayah berperan bukan hanya sekedar sang pencari nafkah sejati. Alhamdulilah saya harus banyak sekali bersyukur kepada ALLOH SWT bahwa suami saya dapat menggantikan peran saya dirumah ketika Suami saya libur dan saya harus bekerja, suami saya bisa memasak tumis kangkung, telor dadar dan mengajak anak bermain. Membeli gas, mengantar dan menjemput anak sekolah. Itu yang patut disyukuri. Bahwa tidak semua laki laki dapat melakukan pekerjaan perempuan. Dan itu membutuhkan komunikasi dan saling pengertian satu sama lain dengan sebaik baiknya.

Mungkin sebagian besar beranggapan ini hanya sekedar teori, praktek nya bisa saja sulit. Nah disitu dibutuhkan effort dan energy seorang Ibu yang sangat luar biasa. Ibu yang ikhlas bangun pagi, sehat walafiat. sigap, cepat tanggap, pecaya diri dan kembali lagi tentang bagaimana komitment dengan Suami. Sehebat apapun karir Ibu dikantor atau dirumah jika tanpa ridho suami. Seorang Ibu bukan siapa siapa dan bukan apa apa. Sepaham?

Belajar Make Up. Opi Rahmita

Ok, Ibu Futri Zulya juga sharing tentang definisi Mom. Apa itu Mom? Mom is Master of Multitasking. Sering sekali di anggap bahwa perempuan itu mampu mengerjakan beberapa hal dalam 1 waktu. contoh nya : Ketika saya sedang panasin mobil atau motor. Saya bisa sambil suapin anak mamam menggunakan cara pesawat terbang… “Ngeeeenggg yuuk mamam lagii Kakak.. buka mulut… nyaa masuuukkk pesawat nyaa” Horaaay!! Atau ketika sedang mencuci baju saya bisa sambil masak sayur untuk anak dan cuci piring. Luar biasa bukan?! Saya yakin hampir semua perempuan bisa melakukan hal tersebut.


Namun dibalik kehebatan itu perlu kita sadari bahwa apa benar :
1. Wanita lebih mudah stress terhadap masalah keuangan dalam keluarga dan tekanan pekerjaan.
2. Wanita lebih cenderung lebih mementingkan perasaan dibandingkan dengan logika nya (istilah jaman now “BAPER”)
3. Wanita terkadang sulit dalam memilih (menentukan pilihan)
4. Wanita tidak mau mengambil resiko dalam berinvestasi, lebih cenderung cari aman saja.
5. Wanita hobby belanja terkadang over budget.

Tahun 2007 ketika saya menjabat sebagai HR Manager di sebuah Multi Nasional Company bergerak dibidang Man Power Supply untuk Perusahaan Telekomunikasi. Atas permintaan clients Direksi meminta saya untuk menginterview beberapa candidate untuk di interview mengisi posisi Civil Engineering. Dari hasil psikotest dan interview, hasil yang memuaskan itu terdapat dari kaum perempuan.

Dalam dunia professional yang berkembang sangat pesat tentunya didukung dengan perkembangan Technology yang canggih sehingga memudahkan Ibu dapat melakukan banyak hal dan menjadi lebih mudah.

Sortir Candidate untuk di submit ke Clients. Opi Rahmita

Saya sadari memang kaum perempuan yang paling berpotensi yang mampu mengerjakan beberapa hal. Dan tidak bisa dihindari bahwa kebutuhan Bisnis dengan efficiency cost dapat memberikan kontribusi yang optimal dan maksimal.

Ada banyak alasan kenapa Ibu harus bekerja?
1. Karena Ibu pernah sekolah tinggi, dengan gelar dan title sehingga membuat Ibu menjadi Mumpuni, kemudian Ibu merasa ingin ilmu nya di aplikasikan dalam dunia nyata (aktualisasi diri) sehingga Ibu mendapatkan penghasilan yang pasti. Ibu juga mendapatkan fasilitas dan jenjang karir yang menjanjikan.

2. Karena Ibu ingin Hobby nya tersalurkan dengan baik, misalnya passion nya Ibu di dunia fashion kemudian Ibu berfikir untuk membuka butik dengan merekrut beberapa tenaga penjahit. Mendesign model pakaian yang sedang kekinian. Ibu mendapatkan pergaulan dan wawasan yang luas juga ibu selalu up to date dalam berpenampilan.

3. Karena mencari kesibukan. Mungkin karena pekerjaan Ibu dirumah dari A sampai Z dari Senin – Minggu dalam rutinitas yang sama sehingga dapat membuat Ibu merasa Jenuh

4. Karena penghasilan suami belum mencukupi kebutuhan rumah tangga atau karena ditinggal suami meninggal sehingga Ibu harus memegang kendali dalam mecari nafkah. Regresi ekonomi peningkatan dalam pendidikan wanita kebutuhan hidup yang semakin tinggi dan personal growth menjadi alasan contributor utama.

5. Berpartner Bisnis bersama suami dapat membuat Ibu merasa nyaman dan aman selain bisa tetap saling menjaga cinta dan kasih sayang Keluarga. Ibu dan Ayah juga tetap productive menciptakan penghasilan bersama. Ibu dan Suami merupakan Keluarga yang Mandiri dapat menyalurkan bakat dan mengembangkan diri sehingga Ibu dan Ayah menjadi role model bagi anak anak.

Dari ilmu yang saya dapat kemarin di event tersebut Berikut ini saya ingin berbagi tentang – Apakah Ibu bekerja juga dapat berhasil menjadi Ibu dirumah?
1. Support system : pahamilah dan akuilah bahwa Ibu bekerja tidak dapat melakukan segala hal sendiri. Perlu berkomunikasi ke Suami dan Keluarga dengan baik tentang niat anda bekerja sehingga suami dan keluarga mengerti dan mensupport anda. Saling bekerja sama dan membagi tugas dan tanggung jawab untuk segala urusan dirumah dan anak anak.

2. Jika anda mempunyai budget lebih. Alangkah baiknya mempekerjakan asisten rumah tangga. Selain kita dapat memberikan nafkah kepada orang lain. Pekerjaan rumah juga selesai sesuai dengan apa yang kita harapkan. Memang saya sadari sepenuhnya bahwa setiap hasil pekerjaan manusia tidak sama sempurna seperti apa yang kita kerjakan. Paling tidak kita dapat menghemat energy untuk focus dan productive mengerjakan hal yang lain. Dengan mencari yang cocok dan sesuai dengan kepribadian dan keinginan kita. Dengan melakukan interview terlebih dahulu dan jangan lupa kenali karakter, background dan healthy check.

3. Lengkapi dengan activity daily report seperti : meal plan. Acitivity plan dan kurikulum dasar untuk menjaga si kecil dirumah. Karena selain si kecil merasa aman juga si kecil perlu diajarkan yang bersifat edukasi.

4. Mendesign ruangan dirumah untuk si kecil beraktifitas, seperti saya dirumah menyediakan ruangan untuk bermain dan belajar.

5. Ketika si kecil sedang menginap dirumah kakek dan nenek. Jangan lupa untuk menyediakan kebutuhan makanan, pakaian ganti dan Mainan kesukaannya.

Seperti biasa sebelum beraktifitas saya selalu menyiapkan segala kebutuhan rutinitas dimalam hari. Sehingga ketika bangun tidur tidak tergesa gesa.

Misalnya menyiapkan Baju sekolahnya, snacknya untuk disekolah, PR nya, menyipakan juga keperluan kerja suami. Sarapan keluarga. Dan tidak ketinggalan siapkan juga segala kebutuhan Mom termasuk baju yang ingin dipakai, accessories dan yang terpenting jangan lupa awali hari dengan sarapan ya Mom supaya kuat dan sehat.

Dalam 1 minggu saya juga terbiasa untuk membuat Anggaran Mingguan. Apa saja yang perlu saya beli dalam 1 minggu tersebut? Kebutuhan isi kulkas, kebutuhan transportasi (ongkos Busway, Kereta atau Ojek Online, bensin, parkir & Tol) hindari belanja diluar rencana. Karena dapat mengakibatkan over budget.
Ketika anda sudah berniat meninggalkan rumah untuk bekerja, maka carilah kantor yang sangat ramah dengan Ibu. Komunikasikan dengan bagian Human Resources Department bahwa anda adalah seorang Ibu. Bacalah dengan seksama peraturan perusahaan tentang cuti hamil, kebijakan perusahan untuk Ibu Menyusui yang harus membagi waktu untuk memompa ASI pada saat jam kerja. Apakah bisa mengajukan cuti ketika ada acara atau kegiatan di sekolah anak atau mengambil raport dan lain sebagainya. Dan yang paling penting. Jarak dari rumah ke kantor dan jam kerja. Apakah mudah di jangkau dan mempunya flexible time? Jadi banyak hal yang harus di pertimbangkan segala nya.

 

Ini adalah Hal yang paling penting dalam hidup saya. Apa itu? Mimpi dan Cita – Cita! Apa mimpi dan cita – cita anda? Apakah anda berkeluarga mempunyai mimpi dan cita – cita? Atau anda biarkan saja hidup anda mengalir apa adanya sesuai dengan kehendak Tuhan? Sebagai manusia dewasa yang telah mengenyam pendidikan selama belasan tahun, saya yakin semua makhluk menginginkan hidup yang terbaik.

Apa yang menjadi prioritas anda dalam hidup ini? Untuk saya pribadi saya ingin :
1. Free Financial. Bagaimana maksud nya? Saya dan Suami ingin gaji yang kami terima tidak habis di pertengahan bulan. Dan ketika kami membutuhkan sesuatu tidak harus menunggu tanggal gajian. Jadi kapan pun kebutuhan itu muncul, maka kami dengan siap sedia memenuhi kebutuhan tersebut dengan baik dan hati yang bahagia. Itu patut disyukuri.

2. Saya ingin mempunyai Ruko 2 lantai. Ketika suami dan saya memasuki masa pensiun, prediksi di usia 50 Insya Alloh panjang umur kami sudah memiliki Usaha. Alhamdulilah Suami mempunyai skill dalam bidang Automotive dan saya background accounting. InsyaAlloh jika kami bersinergy kami dapat menjalankan usaha Bengkel dan menjual spare part. Tujuan nya agar anak dan cucu kami tidak merasakan kesulitan ekonomi. Bukankah ini tujuan yang Mulia?

3. Kami ingin melaksanakan Ibadah Haji sekeluarga. Sebagai muslim kita semua paham bahwa ini adalah rukun Islam. InsyaAlloh ketika kami sudah menutup usia. At least kami sudah melaksanakan rukun Islam.

4. Kami ingin berinvestasi membeli Propery kedua, apakah dalam bentuk kos kosan atau apartment yang bisa disewakan.

5. Kami ingin mendirikan yayasan Rumah Yatim. Dengan memelihara anak yatim InsyaAlloh kemuliaan dan kebaikan hidup akan mengalir dan berbuah pahala kebaikan.

Tentunya untuk mencapai cita cita tersebut membutuhkan financial planning dan komitment financial planning. Kenapa uang harus dikelola dengan Baik? Karena :
1. Manusia itu sifat nya pelupa. Ketika tidak dicatat pengeluaran maka mungkin bisa saja terjadi pengeluaran uang untuk hal hal uang tidak bermanfaat (boros).

2. Ada masanya Uang itu bersifat terbatas. Maka sangat perlu dikelola dengan bijak. Sehingga membutuhkan financial planning.

3. Dengan banyak nya kebutuhan hidup setelah berkeluarga, Ibu wajib membuat anggaran prioritas.

4. Dalam berkeluarga kita wajib berkomunikasi dan diskusi untuk pembelanjaan rutin dan rencana apa saja yang ingin dibeli.

5. Tujuan kita mengelola keuangan dengan baik supaya tidak Boros.

 

 

Dengan berlatar belakang accounting saya mendapat tambahan ilmu tentang mengendalikan arus kas. Hal yang paling penting untuk diperhatikan dan sangat mendasar dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana yang kita miliki. Fungsi tersebut dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
1. Kas yang berfungsi likuiditas yaitu Dana atau Uang uang tersedia baik di simpan di Bank (ATM) atau cash didalam dompet. Tujuan nya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Dan dapat dicairkan dalam waktu singkat. Ingat yah! Dalam 1 hari kita harus menganggarkan berapa banyak yang akan kita keluarkan. Dan kita harus konsisten dengan rencana pengeluaran tersebut. Jika over budget bisa saja kita menyesal atas pengeluaran hari itu.
2. Kas yang berfungsi sebagai anti inflasi. Maksud nya dana yang disimpan untuk menghindari penurunan pada daya beli di masa yang akan datang. Bisa juga dicairkan dalam waktu yang relative cepat.
3. Kas yang berfungsi sebagai capital growth. Dana ini di gunakan untuk menambahkan kekayaan dalam jangka waktu yang cukup lama.
Dan yang paling penting lagi selain mengatur arus kas. Setiap kali menerima penghasilan ada skala prioritas yang harus dilakukan yaitu : Saving 20%, Living 70% and Playing 10%. Bagi yang sudah berkeluarga ada lagi presentase yang harus di alokasikan yaitu Dana Darurat.
Apakah yang di maksud dengan Dana Darurat? Dana Darurat merupakan sejumlah uang simpanan yang dapat di akses dengan mudah jika sewaktu waktu anda membutuhkannya dalam keadaan darurat misalnya kebakaran, sakit keras, di PHK dan meninggal dunia.
Bagi kami penghasilan bersih itu setelah di kurangi zakat atau infaq. Sebagai seorang muslim. Setiap kali kami menerima Penghasilan (Gajian) kami selalu menyisihkan sebagian harta kami. Nilai nya cukup kami dan ALLOH SWT yang tau. Bukan bermaksud untuk riya atau pamer. Ini hanya sekedar perintah ALLOH SWT. Selain itu sedekah juga dapat membuat badan kita sehat. Urusan menjadi lancar. Penghasilan kita menjadi berkah, rezeki dapat bertambah berlipat ganda, sedekah dapat menghindarkan kita dari bencana atau musibah, insyaAlloh selamat didunia dan di akhirat. Aaamin Allohuma Aamiin.

 

Selain itu di event ini kita juga belajar tentang tutorial make up yang simple.  Ibu Futri Zulya sangat lihai dalam merias wajah. Mulai dari membersihkan wajah, mengaplikasikan foundation dengan beauty blender. Membentuk alis agar terkesan manis dan tidak galak.

Ibu Futri Zulya. Tutorial make up. Opi Rahmita
Simple Tutorial Make up Ibu Futri Zulya

Akhir kata saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga event ini terselenggara dengan baik.

Dan saya belajar banyak hal. Bahwa hidup ini tidak bisa terlalu berambisi. Sambil menikmati proses demi proses tidak lupa berikhtiar dan selalu banyak berdoa dan bersyukur dalam setiap moment dan kesempatan. Ketika kita melihat kebawah ada banyak sekali kehidupan yang tidak seberuntung kita. Disitu peran kita untuk berbagi kemudian ketika kita melihat keatas. Sebagai manusia beriman kita wajib berdoa dan berusaha. Memotivasi diri agar kehidupan kita saat ini selalu berkah dan lebih baik lagi dari kemarin. Aaaamiiiin. Insya Alloh.

Selanjutnya untuk mengetahui lebih lanjut tentang Beauty ZGlow silahkan follow Instagram nya @Z_Glow.id dan Follow juga Instagram nya Ibu Futri zulya @futrizulya

 

Terima Kasih & Salam Hangat

Opi Rahmita

+62 8119660461

https://www.opirahmita.com

29 thoughts on “Balance Life Emak dirumah dengan Ibu Bekerja”

    • Seperti yg dijelaskan Mbak Futri harus ada test fisically and mentally. Do some interview test pastikan kita kenal latar belakang ART nya. Gituh mbak. O ya medical check up penting juga supaya anak kita gak ketularan penyakit yg diderita misalnya.

  1. Keren banget artikelnya mba.

    Kalau menurut saya, alasan wanita bekerja itu, point 4 di naikan ke poin 1.
    Karena rata2 kebanyakan wanita bekerja karena uang, sisanya poin lainnya 🙂

    • Tidak juga Rey.. ada perempuan yang secara materi dia udah mapan. Namun karena dia merasa mumpuni dan bertanggung jawab atas edukasi yang dibiayain orang tua nya. At the end dia tetap memilih bekerja supaya lebih productive baik dari segi ekonomi maupun dari segi skill and mind set.

  2. Iya setuju seorang ibu bisa multitasking, setiap hari saya seperti itu hehe. Klo saya sendiri memilih berkerja walau dirumah selain masalah ekonomi, juga karena jenuh dirumah

  3. Komplit ya acaranya. Dari belajar keuangan hingga make up. Kalau saya, sejak awal memang sudah mengatakan ke suami gak mau mengurus anak sendirian. Suami harus ikut andil. Tetapi, memang gak sembarangan minta. Saya lihat dia dekat dengan anak. Kebetulan saya punya adik yang selisih usianya lumayan jauh. Suami juga mandiri, mau mengerjakan urusan rumah tangga.

    • Hahahaha… begitulah bentuk kasih sayang suami ke istri dan anak nya. Ini pertama yang datang ke event anak ku udah rewel gak mau duduk didepan. Mau nya duduk dibelakang. Emak nya ajah yg pengen duduk didepan biar fokus. How ever karena siang itu panas dan yang duduk didepan pada pindah kebelakang semua.

  4. Seru banget nih eventnya. Ada belajar make up juga. Kalau menurut saya wanita bekerja dan bisa mengurus keluarga itu luar biasa. Wanita bekerja dari rumah sambil mengurus keluarga pun juga luar biasa. Yang terpenting memang begitu ya harus setiap bersyukur dalam setiap momen dan kesempatan.

    • Terima kasih banyak. Setiap individu pasti nya mempunyai strong mentallity yang penting bagaimana fokus dengan cita cita dan memelihara diri untuk selalu baik bagi dunia. Namun jaman sekarang ada sebagian lingkup yang aneh membentuk paradigma serba salah. Jadi stay positive and be kind

  5. Ih seru baca mimpi dan cita2 mbak Opie dan keluarga.
    Memang hidup harus punya tujuan plus cita2 ya mbak, supaya kita juga semangat menjalani aktivitas sehari2 😀
    Tengkyu sharingnya mbak 😀

  6. Menjadi wanita itu emang banyak banget ya perannya, nggak cuma double, tapi juga bisa triple atau bahkan lebih. Dan setiap peran harus seimbang. Makasih udah berbagi cerita, Mbak.

  7. Sewaktu kemarin masih bekerja, anak saya sama eyangnya karena memang kemauan mamah saya agar anak saya tidak dipegang sama ART. Nah saya selalu meyiapkan dulu apa kebutuhan anak saya sebelum saya bekerja, begitu juga setelah sampai dirumah kembali menjadi ibu.

  8. Mbaaaa. Aku kayak dicolek ini buat nggak terlalu berambisi dan lebih nikmatin prosesnya. Belajar bersyukur lebih banyak biar jadi lebih baik. Maaci remindernya mbaaa

  9. Wah materinya sangat berbobot nih Mba Opi. Makasih sharingnya ya. Untuk saat ini, saya masih menikmati jadi ibu rumah tangga. Ya paling nulis sesekali untuk usir bosan.

  10. wah materi acaranya komplet yaa. setuju banget sebagai ibu bekerja kita sebaiknya memiliki support system yang baik yang bisa mendukung tugas dan kewajiban kita. jujur sih saya masih agak keteteran membagi waktu antara bekerja dengan urusan rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *