Kang Pipit dan Mang Uuk di Preman Pensiun

Selamat Pagi Movie mania, Bagaimana Kabar Anda di awal tahun ini?
Alhamdulilah senang sekali rasanya saya dapat menjadi bagian dari Press Screening Film PremanPensiun yang di adakan di XXI Rasuna Epicentrum Kuningan Jakarta pada tanggal 10 Januari 2019.

Undangan Press Screening Preman Pensiun

Menurut saya membuat karya film itu tidak mudah, membutuh budget yang besar, energy, team yang solid, alat – alat pembuatan film yang canggih dan lengkap. Belakangan ini sudah marak bermunculan film – film Indonesia di bioskop layar lebar.

XXI Rasuna Epicentrum Kuningan Jakarta 10 January 2019

 

http://bit.ly/FilmPremanPensiun

Video Trailer Film Preman Pensiun

Namun saya sangat jarang memilih film Indonesia karena alur ceritanya seperti sinetron dan mudah ditebak. Dalam kesempatan ini, saya akan mengulas tentang Sinetron yang diputar di layar lebar. Sepertinya seru dan menarik karena para pemainnya bukan dari latar belakang pemain film terkenal, istilah nya sekuter (Selebrity Kurang Terkenal) memang demikian layaknya para pemain akan menjadi terkenal setelah filmnya diputar dibioskop. Itu pun jika alur ceritanya menarik.

Press Screening Preman Pensiun 10 January 2019

Sekitar tahun 2015 disebuah station televisi swasta (RCTI) menayangkan sinetron berjudul PremanPensiun.
Saya termasuk yang tidak suka sinetron. Kenapa? Karena Sinetron identik dengan Kekayaan, berebut harta warisan, penuh konflik dan intrik, kemewahan, perselingkuhan dan energy negative lainnya yang tidak baik untuk dikonsumsi.

Namun sinetron yang ini lain dari biasanya, di sinetron PremanPensiun, saya melihat lika liku kehidupan masyarakat yang penuh dengan kesederhanaan dan banyaknya pesan moral. Dengan kharakteristik budaya Sunda dengan instrument angklung, suling yang membuat penontonnya sangat menikmati wisata budaya Sunda dan lika liku kehidupan preman yang pada akhirnya mereka insyaf bertobat dan sadar hingga akhirnya para preman kembali ke jalan yang benar.

Melanjutkan cerita dari serial televisi favorit ke versi layar lebar merupakan tantangan bagi sutradara dan penulis naskah PremanPensiun Kang Aris Nugraha sang ide cerita dan script witter (Baca : Penulis Naskah) di film PremanPensiun juga seorang Sutradara menuangkan sinetron PremanPensiun ke dalam Film layar lebar. Kang Aris Nugraha bercerita bahwa “sengaja saya kasih mepet waktunya, biar enggak ada revisi dan langsung syuting”.

Hidup dengan penuh kesederhanaan Kang Aris Nugroho lahir di kota Garut yang telah banyak menghasilkan karya karya film yang sangat disukai masyarakat. Salah satunya Bajaj Bajuri, Tukang Ojeg Pengkolan, Preman Pensiun dan masih banyak lagi.

Press Screening Film Preman Pensiun XXI Epicentrum Kuningan Jakarta

Tentu saja banyak penonton yang rindu dengan kehadiran tokoh Kang Muslihat (Epy Kusnandar) sebagai pemeran utama dan mantan anak buahnya.

Kang Muslihat Preman Pensiun

Kekuatan cerita dari para pemain yang berasal dari Kota Kembang Bandung ini memiliki keunikan tersendiri, maksudnya dialog antara satu scene dengan scene lainnya saling berkaitan. sosok kepala preman memegang tanggung jawab penuh untuk menjaga anak buah nya agar tidak kembali lagi ke profesi sebagai Preman Terminal yang meminta uang secara paksa kepada kenek atau kondektur.

 

Kang Bahar diperankan oleh Almarhum Kang Didi Petet. Di film ini juga mengenang 1000 hari wafatnya almarhum Kang Didi Petet. Kang Bahar memberikan tanggung jawab kepada Kang Mus untuk memastikan bahwa semua mantan preman tidak ada akan kembali lagi ke profesi yang lama.
Jujur saja saya sangat kagum dengan alur cerita film PremanPensiun. Karena Alhamdulilah setiap preman yang main di film tersebut, mayoritas mereka sudah insyaf dari menjadi preman dan kembali ke jalan yang benar. Ada yang usaha Jaket, usaha tambak lele, usaha kecimpring juga ada yang menjadi Satpam di sebuah Department Store.
Kang Gobang diperankan oleh Dedi Moch Jamasari setelah tiga tahun pulang kampung kemudian kembali ke pasar untuk menyelidiki kasus pengeroyokan yang menewaskan adik ipar nya.

 

Kang Gobang menemui beberapa preman dan mengadakan pertemuan reuni kecil kecilan. Rencana tersebut tidak boleh diketahui oleh kang Muslihat.

Selain seru dan menegangkan penyelidikan tentang kematian adik ipar Kang Gobang, juga kisah tentang kehidupan Keluarga Kang Muslihat dengan Esih (Vina Ferina) pun menarik untuk disimak. Mempunyai anak gadis satu satu nya yang harus dijaga kemanapun pergi dan siapa saja teman dekatnya. Memastikan untuk menjaga perasaannya dan tidak boleh melukai hatinya. Ini yang lucu dan menarik.

Yang membuat saya tertawa terpingkal pingkal yaitu dialog Mang Uuk yang diperankan oleh Mang Uuk sendiri sangat hemat dan lucu berbahasa Inggris : What? Why? Oh My God. Thank You. Okay.  Mang Uuk urang Bandung sosok dengan dialek sunda, Rambut gondrong bertato berkulit hitam sosoknya yang menakutkan namun sebenarnya pribadinya lucu dan menggemaskan. Juga ada Kang Pipit diperankan oleh Ica Naga kepala plontos dengan senyum khas nya selalu menggoda setiap wanita yang dijumpainya.

Setiap naik motor dengan Kang Murad yang diperankan oleh Deny Fridaus selalu dipasangkan dan dibukakan helmnya. Dan selalu berdua kemana – mana macam satu paket saja.
Kisah film Preman Pensiun dibuat lebih kompleks namun tetap tidak meninggalkan ciri khas versi serial televisinya.

Komedi satir yang dikemas dalam dialog – dialog yang ringan dan pas. Masih kental disajikan di film Preman Pensiun yang wajib ditonton oleh keluarga Indonesia. Bahwa preman juga Manusia punya rasa dan punya hati. Bahwa manusia sejatinya mempunya hati nurani untuk bersikap dan berkata baik. Namun kadang karena pilihan kehidupan sehingga membuat sebagian individu memilih untuk menjadi preman.

Mengutip pesannya Kang Bahar yang diperankan oleh Almarhum Kang Didi Petet bahwa “Setiap pertanyaan harus terjawab dikamu, setiap persoalan harus selesai dikamu”

Bersama Komunitas Indonesia Social Bloggpreneur Press Screening Preman Pensiun

Saya sebagai penonton dan penikmat film layar lebar merasa terhibur. Jadi film PremanPensiun merupakan tontonan wajib untuk Keluarga Indonesia dan Jangan lupa saksikan di bioskop bioskop kesayangan anda yang mulai tayang pada tanggal 17 January 2019.

 

Salam.

Opi Rahmita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *