Keterlibatan Perempuan Dalam Mendukung Kebijakan Pengendalian Tembakau

Jakarta, 13 May 2019 melalui jaringan radio Kantor Berita Radio KBR www.kbr.id membahas tentang Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T) menyebut perempuan dan anak Indonesia saat ini menjadi target konsumen utama industry rokok. Karena itu dipandang mendesak agar Indonesia segera meratifikasi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control).

Indonesia adalah satu – satunya Negaradi Asia Pasifik yang belum meratifikasi FCTC. Maka, dari pada menjadi korban, perempuan mestinya aktif terlibat dalam pembuatan kebijakan public supaya aturan pengendalian tembakau lebih ketat dan tidak berdiam diri ketika menjadi target penjualan rokok.

Seperti apa keterlibatan perempuan dalam mendorong kebijakan pengendalian tembakau yang lebih baik? Apa tantangan yang kerap dihadapi perempuan ketika mendorong sebuah issu yang bisa diadopsi menjadi sebuah kebijakan pemerintah?

Bersama :

  1. Gatari Dwi Hapsari – Program Officer Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T)
  2. Luluk Ariyantiny – Ketua Umum Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (Yayasan PPDIS) dan Direktur Program Peduli Disabilitas dengan Mitra Pilar PR Yakkum. The Asia Foundation yang didukung Pemerintah Australia DFAT.
  3. Adriana Venny Aryani – Komisioner Komnas Perempuan
Source : www.kbr.id

Sejarah Rokok

Rokok merupakan silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara memproduksi rokok tersebut). Dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun – daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihisap lewat mulut pada ujung lainnya.

Rokok dijual dalam bentuk ketengan atau kemasan berbentuk kotak. Rokok merupakan zat addictive yang membuat penikmat rokok merasa ketagihan, bahkan bisa saja ketergantungan. Sebagian kaum atau kalangan tidak dapat bekerja atau berkreatifitas tanpa menghisap rokok terlebih dahulu. Dan yang sangat disayangkan, rokok menjadi kebutuhan dari pada pangan. Ada pula sebagian kaum menganut prinsip lebih baik makan yang penting tetap merokok. Dibalik kenikmatan menghisap rokok tersebut dapat membahayakan kesehatan kita.

Mbak Luluk Ariyantiny – Ketua Umum Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo (Yayasan PPDIS) dan Direktur Program Peduli Disabilitas dengan Mitra Pilar PR Yakkum. The Asia Foundation yang didukung Pemerintah Australia DFAT. Perempuan yang ingin memperjuangakn hak hak disabilitas di kabupaten Situbondo. Salah satu dari agenda yang berhasil didorongnya adalah Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Situbondo No. 03 Tahun 2018 tentang perlindungan dan pemberdayaan disabilitas.

Perjuangan Mbak Luluk berhasil mendorong Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Situbondo No. 03 Tahun 2018 tentang perlindungan dan pemberdayaan disabilitas menjadi sebuah Kebijakan yaitu berawal dari 2012 menginginkan regulasi yang pasti terkait dengan daerah, karena belum ada undang – undang seperti ini. Karena disabilitas masih dipandang sebelah mata. Pendekatannya sudah beda untuk saat ini oleh karena itu perlu dilakukan melalui pendekatan melalui Bupati, OPD – OPD sampai ke tingkat legislative. Terus melakukan komunikasi dan kegiatan disabilitas dengan pembangunan beserta diskusi yang terus dilakukan dengan eksekutif dan legislative sehingga muncul inisiatif dari dewan sehingga membuat RAPERDA Disabilitas pada tahun 2016. Tetap dikawal dan keterlibatan secara aktif dalam membuat RAPERDA.

Tantangan yang dihadapi Mbak Luluk yaitu Bagaimana caranya memahamkan kepada semua OPD Dinas dan masyarakat, Bagaimana pernah merasakan sulitnya mendekati OPD dan Kepala Dinas hingga kesal dengan sindirian baik yang manis dan pahit. Diangga sebagai motivasi agar tumbuh dan berkemband dari perjuangan yang semakin meningkat. Sementara tantangan yang terberat adalah perbedaan mind set dengan OPD karena kita sangat sadar dan paham untuk memahamkan kepada level tertinggi lumayan sulit, dengan pendekatan persuasive, sering lobby, sering audensi, mendekatkan diri secara moral dan mempunyai ikatan batin. Dan akhirnya lama – lama bisa diterima dengan baik.

Bahaya Rokok bagi kelompok Rentan.

Seperti apakah keterlibatan para Perempuan dalam mendorong kebijakan pengendalian tembakau? Selama ini Pasarnya industri rokok itu adalah laki – laki dewasa 18 tahun, ternyata target laki – lakinya habis. Dan industri rokoknya meluaskan target marketnya sehingga kini anak – anak remaja dan Para perempuan termasuk kelompok rentan. Karena perempuan adalah target industri rokok, maka JP3T menginisiakan namanya Puan Muda sebuah komunitas perempuan 16 – 23 tahun, mereka melakukan advokasi kepada kementrian – kementrian tehnis terkait untuk mendorong kebijakan pengendalian Tembakau. Misalnya menaikan kenaikan pajak tembakau, pelarangan iklan promosi dan sponsor rokok. Semua hal yang berhubungan dengan pengendalian tembakau.

Dari beberapa kurun waktu terakhir bahwa privalensi perokok perempuan meningkat setiap tahunnya. Kita bisa melihat di Riset Kesehatan Dasar. Tahun ini naik menjadi 4,3%.

Agenda JP3T antara lain yaitu :

Kebijakan yang patut diambil itu tidak hanya di ranah pusat juga diranah daerah. Misalnya kebijakan diranah pusat dengan menaikan cukai rokok dengan mengadvokasi secara terus menerus dikementrian keuangan untuk menyelamatkan generasi kini dan mendatang.

Pemerintah Daerah di advokasi untuk membuat PERDA KTR (Pemerintah Daerah Kawasan Tanpa Rokok) sehingga ada pihak – pihak yang terlindungi.

Tantangan yang dihadapi oleh JP3T :

Gerakan ini juga ada yang pro dan kontra, ada beberapa pihak yang belum satu suara. Yang dilakukan Mbak Gatari adalah tidak memusuhi dan mengajak mereka untuk bekerja sama untuk menyatukan visi untuk Indonesia yang lebih baik dengan mengendalikan Tembakau.

Harapan JP3T sebelum 2030 bahwa Indonesia sudah bebas dari Tembakau. Pihak – pihak yang berdiri untuk kebijakan ini adalah :

  1. Presiden Republik Indonesia Terpilih
  2. Bapenas

Serial rokok harus mahal. Katakanlah Rp. 50.000 sampai Rp. 100.000 sehingga anak anak dan Kelompok miskin (kelompok ekonomi menengah kebwah) tidak mampu untuk membeli dan mereka akan memilih yang tadinya rokok merupakan kebutuhan pokok dikarenakan harganya mahal. Sehingga mereka lebih memilih membeli makanan bergizi untuk kebutuhan keluarganya.

 Jika harga rokok murah dapat membuat konsumsi rokok sulit untuk dikendalikan. Termasuk pada anak – anak remaja dan keluarga miskin. Kelompok rentan dapat dikategorikan seperti Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Bayi, Balita dan Lansia serta penderita penyakit yang disebabkan oleh asap rokok. Anggaran pembelian rokok bisa dialokasikan untuk anggaran bpjs atau kartu Indonesia Pintar.

Mengapa kelompok rentan harus dijauhi dari Rokok? Menurut data BPS itu secara konsisten menunjukan bahwa ternyata pengeluaran dari kelompok keluarga miskin untuk pembelian rokok itu besar sekali. Sehingga keluarga miskin (ekonomi menengah kebawah) mengeluarkan uang banyak sekali untuk membeli rokok.

Pemerintah harus mengendalikan produksi tembakau untuk melindungi anak – anak dan kelompok rentan. Menurut kesehatan Rokok memang jelek. Namun petani petani yang menanam tembakau pun akan kehilangan pendapatan ketika rokok dihapuskan. Masyarakat dewasa harus bisa menempatkan posisi dan komposisi merokok. Jangan sampai anak – anak merokok. Ditempat – tempat seperti rumah sakit, sekolah agar tidak merokok. Yang harus kita ingat bagaimana cukai rokok ini dapat membantu komunitas atau masyarakat marginal lainnya.

Waktu yang dibutuhkan untuk bisa medapatkan dukungan penuh dan akhirnya bisa berbuah kebijakan daerah sekitar 3 – 4 tahun mendapatkan dukungan penuh. Sementara factor factor yang menghambat yang tidak mendukung sebuah kebijakan menurut Mbak Luluk adalah missed komunikasi antara pemangku kebijakan sehingga kebijakan tidak dapat terlaksana dengan baik.

Dukungan masyarakat sangat positive karena JP3T merupakan sebuat jaringan atau networking. Mewakili kelompok perempuan baik usia muda, arus bawah dan semua aktifis perempuan yang sadar dan ingin menyuarakan bahwa target industri rokok adalah anak – anak dan perempuan dan mereka harus terlindungi.

Mbak Gatari Dwi Hapsari – Program Officer Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T) menjelaskan tentang launching 2 film pendek di Youtube.

Menurut Ibu Adriana Venny Aryani – Komisioner Komnas Perempuan mengenai keterlibatan perempuan sangat penting karena perempuan dan anak – anak biasanya yang kemudian kena dampak paling duluan dari asap rokok. Ada asap didalam rumah atau ketika dilingkungannya tidak bebas asap rokok. Karena itu sangat berbahaya bagi kesehatan perempuan dan anak.

Jika ada kebijakan untuk mengendalikan tembakau atau kawasan tanpa rokok. Misalnya kebijakan tentang asap rokok didalam rumah termasuk kekerasan dalam rumah tangga. Sehingga kehidupan perempuan dan anak menjadi lebih baik ketika tidak ada asap rokok didalam rumah.

Ibu Adriana Venny Aryani – Komisioner Komnas Perempuan juga menjelaskan bawha Keterlibatan perempuan dalam dunia pemerintahan dan politik sejauh ini upaya perempuan dalam menentukan sebuah kebijakan. Persoalannya adalah apakah kaum perokok ini mau mendengarkan aspirasi dan suara perempuan atau tidak. Misalnya diparlemen representasi perempuan itu 30% .

Bicara tentang rokok ini, saya jadi teringat Almarhum Ayah Saya bahwa rokok terakhir yang dihisapnya membuat Ayah saya meninggal dunia. Sebelumnya Ayah saya sempat dirawat di Rumah Sakit Mintoharjo Bendungan Hilir selama 2 minggu dikarenakan sakit jantung. Kami sekeluarga pun menjadi tidak tenang hidupnya, karena harus bulak balik rumah sakit. Begadang demi menjaga Ayah. Memastikan Ayah mendapatkan apa yang dibutuhkannya.

Setelah dua minggu dalam masa perawatan akhirnya Ayah sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter Jantung yang merawatnya dengan ditemani Oksigen besar untuk membantu pernapasan Ayah dirumah.

Karena kecanduan rokok, memang Ayah sulit berhenti meskipun sudah dirawat Ayah masih tetap saja merokok secara diam – diam dikamar. Saya sedih. Akhirnya Ayah harus berpulang menghadap sang illahi.

Bersama tulisan ini, saya menghimbau kepada para pembaca yang masih sayang dengan kesehatannya. Agar segeralah #PutusinAja berhenti merokok. Sayangi kesehatan anda. Karena rokok itu tidak baik (jahat) bagi tubuh anda. Mari kita sayangi tubuh kita yang sudah diberikan Tuhan dengan baik.

Salam.

Opi Rahmita

1 thought on “Keterlibatan Perempuan Dalam Mendukung Kebijakan Pengendalian Tembakau”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *