LONG DISTANCE MARRIAGE

Membaca judul diatas, apa yang terbesit dalam benak anda? Yes Betul! Pernikahan Jarak Jauh. Siapa yang Sangka kehidupan saya akan menjadi seperti ini? dikarunia 2 anak – anak yang sehat alhamdulilah Hebat, pandai dan InsyaAlloh sholeh dan sholeha. 

Ketika masih sendiri di usia 30 saya fikir saya tidak akan menikah. Saya udah males menjalin hubungan yang tidak jelas. Saya bersyukur dengan Beragam kesibukan menjadi seorang Wanita Karir pergi pagi dan pulang hingga larut malam. Menjadi Mahasiswa Sabtu dan Minggu. Kadang harus begadang mengerjakan tugas kantor dan tugas kampus.

Sementara week end Saya sibuk kuliah melanjutkan Sarjana 1 di Universitas Mercu Buana dan desakan Orang Tua. Akhirnya diusia 31 saya baru menikah. 

Saya bertemu Suami saya ini di Depok, saudara kembarnya adalah tetangga saya di Komp. Perumahan Taman Melati. Dulu di usia 30 Alhamdulilah saya sudah mempunyai rumah pribadi sendiri dari hasil bekerja selama 10 tahun.

Semenjak 2017 saya ditugaskan oleh Boss Mr. Sombat Khanankaew per tiga bulan sekali untuk traveling business Jakarta – Bangkok untuk menangani supplying material engineering. Saya typical orang yang senang menabung. Traveling. Bernyanyi, Membaca Buku dan sekedar duduk santai menikmati coklat atau teh hangat ditengah derasnya hujan. MasyaAlloh ❤

Jadi ceritanya setiap pagi tetangga saya bernama Ibu Siti rajin menyapa ketika saya sedang menyapu halaman dirumah Taman Melati.

Kemudian kami berbincang bincang akhirnya sampai pada titik uruusan perjodohan. Ibu Siti ini bercerita bahwa Suami nya mempunyai saudara kembar yang sedang mencari Istri. Kemudian waktu telah di set untuk perkenalan. Jujur saya kaget, karena saya pikir perkenalan antara saya dan dirinya. Ternyata Mr. Fulan ini sudah membawa keluarga nya. Kakak nya, Ibu nya. Saudara ipar nya dan keponakannya.

Masya Alloh. Sontak! Saya kaget. Padahal waktu itu saya sedang dilanda kepusingan karena pekerjaan yang menumpuk, invoice belum dibayar, project dengan clients di Arab Saudi juga belum turun contract nya. 

Singkat cerita, perkenalan kami berlangsung hanya 3 bulan. dirinya hampir tiap hari menelpon saya dengan intents. Setelah proses perkenalan diri dan keluarga. Alhamdulilah Ibu saya dan saudara – saudara Saya pun setuju dan Tidak lupa saya selalu melibatkan Alloh SWT dalam setiap doa di Sholat bahwa saya selalu meminta, Ya Alloh jika memang si Fulan ini jodoh saya yang Engkau takdirkan maka mudahkan segala urusannya. 

Sampai pada akhirnya pada titik kami memutuskan untuk menikah. Akhirnya kami menentukan tanggal pernikahan yaitu 9 Juli 2011. Sebenernya saya masih ingin menunda hingga November 2011. Karena masih ada Pekerjaan yang harus dikerjakan juga tugas kuliah yang hampir selesai. Namun si Fulan sebut saja Bapak Sabar Sanusi yang sekarang menjadi Suami saya ini bersikeras untuk segera menikah pada bulan Juli 2011. Dengan segala persiapan sederhana yang ada. Alhamdulilah pernikahan dan resepsi berjalan lancar. 

3 bulan pernikahan alhamdulilah semuanya begitu Indah. Mulai dari saling menyayangi, beradaptasi satu dengan lainnya. Sampai tertawa bersama, berantem, masak bersama dan beragam kegiatan pengantin baru yang sampai sekarang sulit untuk dilupakan. Campur aduk rasanya. Setelah 1 tahun menikah kami di karunia anak pertama bernama Alfisahr Fayza Arsyad. Alhamdulilah menikah itu Indah. 

Pernikahan 1 tahun berjalan setelah melahirkan Fayza badai rumah tangga kami mulai datang silih berganti. Cobaan datang mulai dari keluarga masing – masing, tetangga yang merenovasi rumahnya tanpa menginformasi terlebih dahulu sehingga banyak sekali puing puing jatuh di balkon rumah saya, namun alhamdulilah dalam keyakinan Kami dalam setiap Ujian dan cobaan. Alloh SWT sudah menyediakan Jalan Keluarnya. Yang perlu kami ikhtiarkan yaitu menjadi sosok yamg Tabah dan Bijaksana. Astagfirullah Aladziim.

Dulu pemahaman agama saya tidak seperti sekarang. Kami sering marah marah dan berantem. Patut disyukuri Suami saya tidak pernah main tangan hanya nada bicara nya ajah yang keras. Rumah tangga saya tidak nyaman. Sehingga berpengaruh pada tumbuh kembang Fayza akhirnya jadi tertunda jadwal imunisasinya dan pemberian mpasi Fayza dengan Gizi yang tidak seimbang Karena ketika suami dirumah harapan saya Suami focus membantu saya membesarkan anak. Alhamdulilah Suami banyak memberikan bantuan.

Dan akhirnya kami berbicara dari hati ke hati sampai di titik kami hampir berpisah. Akhirnya hidayah datang kepada Kami dan Alloh SWT melalui sholat malam melimpahkan kasih sayang Nya. Segala masalah yang datang mungkin atas kesalahan kita sendiri dan kebaikan datang dari ALLOH SWT.

Karena kami ingin rumah tangga yang tenang. Akhirnya kami memutuskan untuk menjual rumah kami yang di Taman Melati. Karena kami tidak ingin kehidupan kami dekat dengan saudara kembar nya. Atas izin ALLOH SWT dalam kurun waktu 1 tahun setengah rumah itu laku alhamdulilah dan bertemu dengan pembeli yang baik hati Alhamdulilah. 

Ketika single saya sering ikut kajian di masjid sunda kelapa menteng sepulang bekerja saya usahakan mampir ke masjid kebetulan tidak jauh dari domisili saya tinggal di Apartment Salemba Residence, saya pernah mendengar dan mencatat Ustazah bilang bahwa Nabi Muhammad berpesan dalam khotbahnya kepada para sahabatnya Jika Umat ku tidak menikah maka Kamu bukan Umat Ku. Saya sempat menyesal dan menangis dipangkuan Ibu atas keadaan rumah tangga saya. Ibu memberi pelukan hangat dan sambil menasehati bahwa ALLOH SWT membenci perceraian.

Dan Syaiton sangat menginginkan perceraian. Jagalah Keluarga Kalian dari Siksa Api Neraka dan Masuklah kalian ke Surga dengan Keluarga Kalian.

Jika ada masalah yang masih bisa diselesaikan alangkah baiknya diselesaikan pesan Ibu. Kemudian kembali saya dudukan permasalahan rumah tangga kami. Singkat cerita kami tidak jadi berpisah karena Fayza masih banyak membutuhkan biaya dan kasih sayang dari kedua orang tua. Jadi karena anak kami berusaha bertahan dan membuang ego kami masing masing.

Dan bicara lagi dari hati ke hati. Memang derajad laki laki lebih tinggi dari perempuan. Dan Laki – Laki harus menghormati dan menyayangi perempuan. Serta anak laki – laki itu milik Ibu nya meskipun sudah berumah tangga memiliki anak dan istri. Saya terima itu dengan baik.

Karena surga berada di Kaki Ibu. Menurut saya hikmah dari menikah adalah sebagai umatnya Nabi Muhammad kita harus berpasang – pasangan seperti ada malam dan siang dan melanjutkan generasi penerus dan agar hati menjadi tenang membentuk keluarga insaALLOH sakinah, mawadah dan warohmah, Aamiin Allohuma Aaaminn. 

Kini kami sudah menempati rumah kedua kami. Dan alhamdulilah nya lagi kami sudah di karunia anak kedua. Bernama Ashraf Fadlan Walyatalattaf.

Kasih sayang suami menjadi bertambah karena tanggung jawab bertambah. Sekarang kami hanya focus dalam membesarkan dan mendidik anak – anak. InsyaAlloh kami sudah tenang dalam menjalankan rumah tangga karena sudah jauh berpisah kehidupan dengan saudara kembarnya. Memang benar adanya yang dikatakan orang banyak bahwa tidak bahagia ketika kita hidup berdekatan dengan saudara baik dari pihak saya atau suami.

Dan itu kembali kepada etika, Kebiasaan baik dan prilaku pribadi masing masing orang. Saya hanya focus pada pekerjaan saya, sekolah Fayza, merawat dan membesarkan Ashraf. Selanjutnya saya tidak memikirkan lagi. Saya selalu meminta pertolongan Tuhan kiranya atas keadaan saat ini dan masa depan keluarga saya. 

Pernah dalam waktu 5 bulan suami tidak berangkat bekerja karena project oil and gas sedang sepi, waktu itu pertengahan 2018 dan saya belum memiliki pekerjaan seperti sekarang. Akhirnya Suami membuka usaha bengkel maintenance motor dan mobil.

Disaat pandemi seperti saat ini dimana banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dirumah, salah satu nya menjadi content creator dan blogger serta mengikuti beberapa campaign.

Yang perlu kami lakukan saat ini yaitu banyak bersyukur atas nikmat kehidupan, karena rezeki itu bentuk nya tidak selalu uang. Ada nikmat ketenangan, tetangga baik, suami tidak selingkuh, anak – anak yang pintar, makanan yang enak dan bergizi dan lain sebagainya.

Memang kehidupan long distance marriage ini bukan sebuah pilihan. Karena mau tidak mau, suka atau tidak suka harus dijalankan dan disyukuri. Saya pribadi memang keteteran kadang mandi di jam 8 malam, makan baru sempat jam 5 sore.

Yang penting banyak minum air putih serta cemilan Buah selalu tersedia di meja makan. Lelah memang karena Ashraf harus digendong terus kadang sampai 30 menit dengan berat 8 kg masyaAlloh tetap harus disyukuri lagi karena ada saudara saya sudah 12 tahun belum dikarunia Anak dan saya merasa beruntung sebagai orang tua.  

Kadang Suami dirumah hanya 1 atau 2 minggu. Dilokasi bekerja nya bisa sampai 5 atau 6 minggu. Alhamdulilah masih diberikan tannggung jawab dan rezeki. Diluar sana banyak juga yang di PHK. Meskipun dirumah saya sendirian mengurus semuanya dan atas bantuan ALLOH SWT segala urusannya dimudahkan. Mulai dari mengurus Fayza yang kini berusia 7 Tahun Sekolah online, Muraja’ah, Bayi Ashraf, pekerjaan blogger dan pekerjaa rumah lainnya.

Hanya tinggal bagaimana managing time agar semua nya seimbang, tetap waras dan selaras. Alhamdulilah saya dan suami sudah memasuki usia perkawinan 9 tahun dan tanggal 9 Juli 2020 adalah Wedding Anniversary Kami.

Kunci Keberhasilan agar Long Distance Marriage ini berjalan dengan aman dan nyaman yaitu ada 3 hal yang kita sama – sama pegang yaitu : 1, Komitment yang kuat

2, Komunikasi yang intents

3, Saling percaya.

Akhir kata saya ingin mengucap terima kasih banyak kepada Teh Ani. Menthoring Saya yang telah memberikan motivasi sehingga dengan semangat yang hakiki kehidupan menjadi blogger ini terus berjalan. Dan saya mengucap syukur ALHAMDULILAH atas nikmat kehidupan ini.

9 July 20119 July 2020 Usia Perkawinan Kami genap 9 tahun. Happy Wedding Aniversary Pak Suami Sabar Sanusi. Seemoga Bahagia, Sehat Selalu dan tercapai cita – cita serta visi misi menjadi Keluarga Muslim Seutuhnya. Aaaamiiiin Allohuma Aaamiiiin.

Hanya keberkahan dan amalan kebaikan senantiasa Kami berikhtiar agar menjadi catatan kelak diyaumul hisab. Sehingga Kami dapat berkumpul di Jannah Nya Sekeluarga.

Aaamiiiin ya Robbal Alamiiin. 

6 thoughts on “LONG DISTANCE MARRIAGE”

Leave a Reply to แผ่นกรองหน้ากากอนามัย Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *