MENGENAL LEBIH DEKAT KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 20 Desember 2018 pukul 08.00 WIB saya menghadiri undangan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia berlokasi di Gedung Adhyatma Jl. HR. Rasuna Said Blok X – 5 Kav. 9 Jakarta Pusat.

Kementrian Kesehatan RI – Opi Rahmita – Media Briefing

Bersama dengan teman teman Blogger dan para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik membahas tentang Strategi Kemenkes Tingkatkan Kesehatan Pekerja Indonesia. Betapa saya sangat bersyukur dapat menghadiri undangan ini. Alhamdulilah saya dapat mengenali lebih dekat tentang lingkungan internal dan eksternal serta program Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.


Pada prinsipnya para pekerja merupakan asset bagi perusahaan. Berdasarkan Undang undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan mengamanatkan upaya kesehatan kerja dan kesehatan Olahraga diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia. Kementrian Kesehatan melalui Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga memiliki sejumlah strategi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama bagi para pekerja.

 

Ibu drg. Kartini Rustandi Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga (sebelah kiri) dan Ibu dr. Desak Made Wismarini – Kepala Biro Umum Kemenkes RI (sebelah Kanan)

Ibu drg. Kartini Rustandi sebagai Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan Ibu dr. Desak Made Wismarini sebagai Kepala Biro Umum Kementrian Kesehatan menjelaskan bahwa Pekerja merupakan tulang punggung Keluarga, penggerak ekonomi bangsa, pencetak generasi penerus bangsa dan investasi bagi perusahaan, oleh karena itu Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga melakukan upaya – upaya dalam rangka melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan.

Salam Pagi oleh Ibu drg. Kartini dan Ibu dr. Made

Strategi yang dilakukan antara lain yaitu kemitraan dan pemberdayaan kesehatan pada kelompok pekerja berbasis masyarakat pekerja, advokasi dan sosialisasi kesehatan kerja dan olahraga, penguatan layanan kesehatan bagi pekerja, penguatan kebijakan dan management kesehatan kerja dan olahraga dan penguatan system informasi kesehatan kerja dan olahraga.

Penting nya kesehatan kerja berhubungan dengan adanya proyeksi pola kependudukan Indonesia pada tahun 2025 dimana terjadi bonus demografi atau peningkatan kelompok usia kerja atau produktif.

Bulan Berhenti Merokok. Kemenskes RI. Opi Rahmita

Cakupan kesehatan kerja meliputi sektor formal dan informal yang berlaku bagi setiap individu yang berada dilingkungan kerja.

Direktorat kesehatan kerja dan olahraga berkomitmen penuh untuk meningkatkan kesehatan para pekerja Indonesia. Komitment itu sejalan dengan agenda pembangunan kesehatan nasional yaitu meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap individu.

Tujuannya adalah agar terwujud derajad kesehatan masyarakat setinggi tingginya baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial karena masyarakat sehat merupakan investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekononis.

Selama ini Direktorat kesehatan kerja dan olahraga telah melakukan pemantauan evaluasi dan pelaporan dibidang kesehatan kerja dan olahraga pada pelaksanaanya Direktorat kesehatan kerja dan olahraga menyiapkan pemberian bimbingan teknis dan supervisi dibidang kesehatan ovukasi dan surveilans kapasitas kerja lingkungan kerja dan kesehatan olahraga.

MENGENAL LEBIH DEKAT DIREKTORAT KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA

Berikut ini saya akan membagikan informasi tentang sosialisasi lingkungan dan program kerja Kementrian Kesehatan Kerja dan Olahraga :

1. Griya Sehat (GS)
Griya Sehat kementrian kesehatan merupakan model fasilitas pelayanan kesehatan tradisional yang utamanya yaitu pelayanan promotif dan preventif. Pelayanan yang diberikan saat ini antara lain pelayanan akupuntur, pelayanan akupresur, pelayanan pijat baduta dan edukasi pengenalan serta pemanfaatan tanaman yang berkhasiat sebagai obat.
Jadwal pelayanan di Griya Sehat yaitu pada pukul : 11.00 – 14.00 yang terdiri dari pelayanan :
a. Pelayanan akupuntur : Senin dan Kamis
b. Pelayanan Akupresur : Selasa dan Rabu
c. Edukasi Ramuan : Jumat
d. Pijat Bayi : Jumat
Kegiatan Pijat Bayi berupa edukasi kepada Ibu dan keluarganya tentang pemanfaatan pijat bayi untuk meningkatkan dan mendukung tumbuh kembang bayi dan balita. Pelayanan di Griya Sehat (GS) kemenkes saat ini baru diberikan kepada karyawan kementrian kesehatan.

2. Ruang Terbuka HIjau (RTH)
Ruang terbuka hijau terdiri dari tanaman berkhasiat obat yang ditata berdasarkan siklus kehidupan mulai dari (PUS) Pasangan Usia Subur, Bayi, anak, usia kerja dan Lanjut Usia (Lansia) dan dimanfaatkan untuk pemeliharaan kesehatan serta mengatasi gangguan kesehatan ringan. Tanaman obat yang tersedia di Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai edukasi dalam pengenalan dan pemanfaatan tanaman obat bagi kesehatan.

 

Ruang Terbuka Hijau Kemenkes RI. Opi Rahmita

3. Implementasi Gerakan Nasional Bugar Dengan Jamu (Gernas Bude Jamu)
Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu (Gernas Bude Jamu) merupakan program kementrian kesehatan yang dicanangkan oleh Mentri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan pada tanggal 23 Januari tahun 2015 diharapkan dapat meningkatkan kembali budaya minum jamu dimasyarakat dan jamu menjadi pilihan pertama untuk menjaga kesehatan dan kebugaran keluarga.
Gerai jamu merupakan salah satu implementasi Gernas Bude Jamu dalam mendukung Germas (Gerakan Masyarakat) hidup sehat dengan tujuan untuk menjaga jamu sebagai warisan budaya nasional agar semakin dikenal dan dicintai masyarakat, sehingga diharapkan produk jamu dan obat tradisional Indonesia semakin berkembang.

Gerai jamu Kementrian Kesehatan diharapkan akan menarik pegawai dan pengunjung kementrian kesehatan untuk menikmati jamu dan meningkatkan kecintaan terhadap jamu. Direktorat Jendral Kefarmasian dan alat kesehatan telah membangun 3 (tiga) gerai jamu di Lobby Gedung Sujudi dan Lobby gedung Adhyatma Blok A dan Blok C.

Minum Jamu Bersama

4. Fitnes Center
Penanggung Jawab Utama dan Pendukung : Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga/ Biro Umum.
Tujuan Penyediaan Fasilitas : Implementasi Germas salah satunya aktifitas fisik, meningkatkan kebugaran jasmani pegawai.
Kegiatan harian : Aerobik, line dance, yoga, senam pencegahan osteoporosis, weight training. Kunjungan : Pegawai Kementrian Kesehatan.

Fitnes Center Kemeskes

 

Fitnes Center Kemenkes RI

Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga meliputi berbagai subdit antara lain yaitu :

1. Sudit Kesehatan Okupasi dan Surveilans
2. Subdit Kesehatan Lingkungan Kerja
3. Subdit Kesehatan Olahraga
4. Subdit Kapasitas Kerja
5. Sub Bag tata Usaha
6. Jabatan Fungsional Pembimbing Kesehatan Kerja

Untuk mendapatkan kesehatan kerja, upaya yang ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan seperti polusi udara, polusi suara untuk menciptakan generasi masyarakat yang sehat, bugar dan produktif.

Untuk mendapatkan kesehatan olahraga, upaya kesehatan yang memanfaatkan olahraga atau latihan fisik untuk meningkatkan derajat kesehatan untuk menciptakan generasi masyarakat yang sehat, bugar dan produktif.

Kemudian siapa saja Masyarakat yang sehat bugar dan produktif? Termasuk didalamnya Ibu Hamil, Anak Sekolah, usia produktif (pekerja), jemaah haji dan lansia.

Sasaran Program Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI

Apa saja yang menjadi sasaran program kesehatan kerja dan olahraga? Untuk Kesehatan kerja meliputi Pekerja Formal dan Pekerja Informal sementara untuk kesehatan Olahraga masyarakat yang berprestasi.

Arah Kebijakan Dan Strategi Kesehatan Kerja dan Olahraga
5 Kebijakan kesehatan kerja dan Olahraga antara lain sebagai berikut :

1. Membangun masyarakat yang sehat bugar dan produktif dengan menitikberatkan upaya promotif dan preventif
2. Memperkuatkan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat
3. Penyelenggaraan program kesehatan kerja dan olahraga secara bertahap terpadu dan berkesinambungan
4. Pengembangan program kesehatan kerja dan olahraga melibatkan LP/ LS dunia usaha, swasta dan masyarakat.
5. Penyelenggaraan program kesehatan kerja dan olahraga sesuai fengan standard profesi, standard pelayanan dan SPO

5 Strategi kesehatan kerja dan Olahraga antara lain sebagai berikut :
1. Kemitraan dan pemberdayaan kesehatan pada kelompok pekerja berbasis masyarakat pekerja
2. Advokasi dan sosialisasi kesehatan kerja dan olahraga
3. Penguatan layanan kesehatan bagi pekerja
4. Penguatan kebijakan dan management kesehatan kerja dan olahraga
5. Penguatan system informasi kesehatan kerja dan olahraga

Direktorat kesehatan kerja dan Olahraga sangat mendukung Gerakan Masyarakat untuk kesehatan ibu dan anak, ASI exklusif, PTM (Penyakit Tidak Menular), Penyakit Menular (TBC & HIV) Akreditasi Faskes, (RS & FKTP) UKS (Unit Kesehatan Sekolah), Istitaah Haji, Revolusi Mental.

Program Program yang Mendukung Kesehatan Kerja dan Olahraga adalah sebagai berikut :
a. Pembinaan Kesehatan Pekerja FORMAL (GP2SP) dan INFORMAL (Pos UKK)
b. Pembinaan Pelayanan Kesehatan Pekerja – Pelayanan Sarana dan Sasarab
c. Pengendalian Faktor Resiko Kesehatan Lingkungan dan Lingkungan Kerja.
d. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
e. Pembinaan SDM dan Profesi Kesehatan Kerja
f. Pembinaan Kesehatan Olahraga Masyarakat (Anak Sekolah, Pekerja, Haji dan Ibu Hamil)
g. Pembinaan kesehatan Olahraga dan Prestasi

Kemudian yang menjadi indikator Keberhasilan Program Kesehatan Kerja dan Olahraga salah satu diantara nya adalah :
a. Puskesmas yang melaksanakan Kesehatan Kerja dasar
b. Pos UKK di wilayah kerja Puskesmas
c. Sarkes CTKI yang memenuhi standard
d. Puskesmas membina kelompok olahraga diwilayahnya
e. Puskesmas membina kesehatan olahraga anak SD
f. Jemaah Haji yang diukur kebugaran jasmaninya.

Indikator Program Keberhasilan Kesehatan Kerja dan Olahraga

Berdasarkan sumber data dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017 menjelaskan bahwa terdapat 60% Pekerja Informal seperti Pedagang Kaki lima, Ojek online, Petani, Nelayan, Asisten Rumah Tangga dan 40% Pekerja Formal seperti Pegawai Negri Sipil, Karyawan Swasta, Pengusaha diantaranya 38,25% adalah pekerja perempuan dan 61,75% pekerja laki laki.
Kemudian Pekerja Formal merupakan tulang punggung keluarga, asset perusahaan atau Negara, penggerak ekonomi bangsa dan pencetak generasi penerus yang wajib berbadan sehat.

Jika Keluarga sehat maka pekerja sehat sehingga keluarga Bahagia. Jika Keluarga Sakit, Pekerja Sehat maka akan menjadi beban keluarga. Jika keluarga sehat pekerja sakit maka akan menjadi masalah bagi Keluarga. Jika Keluarga sakit dan pekerja sakit maka bencana bagi keluarga.

Hal tersebut menyadarkan kita bahwa tujuan kita hidup adalah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia sebaik – baiknya.

Keputusan Menteri Kesehatan

Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan No : HK. 01.07/ MENKES/ 153/ 2018 tentang Gerakan Kantor Berbudaya Hijau dan Sehat (Berhias) di lingkungan Kemenkes terdapat 5 aspek penyelenggaraan gerakan kantor berhias sebagai berikut :
1. Rekayasa Dukungan Sarana dan Prasarana
2. Sosialisasi dan Penyebarluasan Informasi
3. Penilaian Mandiri (bulanan)
4. Penilaian Internal (setiap bulan Maret dan September)
5. Penilaian Independent (bulan Oktober diumumkan 12 November pada hari kesehatan Nasional.

 

Sama hal nya dengan Tagline nya Kesehatan Kerja dan Olahraga “Sehat, Bugar dan Produktif” mulai hari ini dan seterusnya mari kita berkomitment dengan diri kita sendiri untuk diri kita sendiri dan keluarga kita sendiri untuk memulai hidup sehat. Misalnya orang dewasa usahakan bergerak selama 30 menit sehari dan untuk anak anak bergerak 60 menit sehari disertai dengan berjemur sinar matahari pagi.
Bagi pekerja yang setiap hari nya berkutat didepan layar monitor dan duduk berlama lama dapat mengakibatkan mata lelah dan pinggang yang pegal. Hal tersebut sudah menjadi resiko. Untuk itu perlu dipahami tentang prinsip 20, 20, 20. Bagaimana maksudnya? 20 menit bekerja, 20 detik angkat kepala dan 20 meter melihat kejauhan. Upayakan melihat yang berwarna hijau. Tujuannya adalah agar mata tidak mudah lelah dan dapat kembali bekerja berkonsentrasi secara maksimal.

Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga juga memperbaiki lingkungan Kerja seperti :
1. Sterilisasi tangga darurat dan pemasangan tanda jalur evakuasi dan/ fosfor

2. Pemasangan rambu – rambu menuju titik kumpul
3. Penatausahaan Proteksi Kebakaran (Pemasangan Tabung APAR setiap jarak 1 meter dengan jenis foam, dry chemical, halotron, CO2 dan secara rutin dilakukan pengisian)
4. Kegiatan simulasi penanggulangan kebakaran
5. Pengendalian hama atau serangga (pest control) setiap bulan yang dilakukan pada minggu ke 4 (empat)
6. Tim jumantik kemenkes (si cantik berhias) yang bertugas untuk memberantas jentik nyamuk di lingkungan kantor.
7. Penyedia fasilitas ruang menyusui, hal ini dilakukan berdasarkan Permenkes (Peraturan Mentri Kesehatan) nomor 15 pada tahun 2013 tentang tata cara penyedia fasilitas khusus Ibu Menyusui dan atau kegiatan memerah Air Susu Ibu
8. Gerai Toga dan Hidroponik
9. Griya Sehat Kemenkes
10. Kantin Sehat Kemenkes
11. Taman Germas
12. Ruang FItnes
13. UPS (Unit Pelayanan Kesehatan)
14. Mengatur Suhu Ruang sesuai dengan ketentuan (24 – 27 derajat celcius)
15. Mengatur operational Penggunaan lift (mulai jam 18.00 WIB hanya 1 lift barang dan 1 lift penumpang yang menyala) hal ini menyesuaikan dengan kondisi dan situasi okupansi.
16. Terdapat ruangan record center yang rapih

 

Taman Pengasuhan ANAK (TPA) SERAMA
Pekerja di Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 40% nya adalah Perempuan. Untuk itu di Kemenkes dibangun TPA pada tahun 2010. Awalnya TPA ini berada dilantai 4 kemudian dipindahkan kelantai dasar agar lebih mudah dijangkau dan kebutuhan tempat yang cukup luas.

TPA Serama ini dikelola oleh Darma Wanita Kemenkes, Ibu ANA selaku Kepala Sekolah TPA Serama menyambut baik kedatangan pada media dan blogger. Kami diajak berkeliling TPA, memantau setiap kegiatan anak anak di TPA. Luar biasa bukan? Sehingga Ibu yang bekerja di Kemenkes merasa lebih tenang dan produktif karena anak anak dititipkan ditempat yang aman dan nyaman. Selain dirawat anak anak juga diberikan edukasi seperti bernyanyi, bersosialasi mengenal bentuk dan hewan dan lain sebagainya.

TPA Serama Kemenkes RI. Opi Rahmita

Dengan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai dan lingkungan kerja yang sehat tentu saja sangat mendukung pekerja menjadi lebih produktif.

Peran Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga agar para pekerja selalu menjaga kesehatan diri sendiri, kesehatan keluarga dan tetap bugar serta Produktif.

Demikian ulasan saya. Semoga dapat memberikan pencerahan dan pandangan yang bernilai edukatif dan positif bagi setiap individu tentang penting nya kesehatan kerja dan Olahraga.

 

Salam Sehat.
Opi Rahmita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *