MENYUSUI ASHRAF DENGAN PENUH CINTA

ASHRAF FADLAN WALYATALATTAF, begitulah nama anak laki – laki Kami yang kedua. Lahir pada 10 Desember 2019 dengan berat 3,5 melahirkan dengan cara Caesar. Seperti pada umumnya perjuangan bagi Ibu Hamil, dimana sulit merasakan tidur yang nyenyak. Ketika hamil Ashraf saya berusia 39 tahun. Banyak sekali perasaan khawatir yang muncul hamil diatas usia 35. Disini saya tidak akan menyebutkan kekhawatiran saya. Yang patut saya syukuri Alhamdulilah saya melahirkan Ashraf dengan sehat dan selamat.

3 hari 2 malam saya dirawat dirumah sakit swasta di Depok. Awalnya saya hanya mau ambil kelas dua saja. Ternyata keadaan memaksa kami harus mengambil kamar VIP. Karena Kakak Fayza tidak ada yang membantu mengurus, jadi kami bawa Kakak Fayza menginap dirumah sakit. Ibu saya sudah 74 tahun, sulit rasanya meminta pertolongan beliau.

Alhamdulilah ketika melahirkan Ashraf, belum ada pandemic sehingga dengan santai kami masih sanggup bulak balik rumah sakit untuk sekedar kontrol kehamilan.

Pasca operasi Caesar dokter Obgyn yang bertugas saat itu mengatakan “Ibu harus melatih gerak ya Bu” agar persendian dan tulang Ibu kembali normal”. Awalnya saya stress ketika infus dilepas dan rasa sakit yang luar biasa. Kemudian saya minum obat penghilang rasa sakit.

Meskipun dengan menahan rasa sakit jaitan Caesar yang diderita, saya putuskan untuk kembali kerumah, jika masih dirumah sakit, bisa dibayangkan berapa banyak biaya yang harus kami tanggung. Untuk berjalan dari tempat tidur menuju kamar mandi saya memakan waktu 1 jam. Sungguh luar biasa perjuangan saya dalam melahirkan Ashraf ini, belum lagi trauma ketika melahirkan Fayza yang juga dengan kondisi Caesar.

Namun saya paksa diri saya untuk tetap kuat. Saya tanamkan dalam diri saya bahwa saya mampu. Dan rasa sakit ini akan segera hilang! Suami saya banyak membantu merawat saya dengan sabar sesuai namanya.

Sesampainya kami dirumah, asi saya masih sedikit. Selalu ada perasaan haus dan memaksa saya untuk minum air putih dalam jumlah yang banyak. Dan Ashraf selalu saja menangis seperti bayi kehausan.

7 tahun jarak usia Fayza dengan Ashraf. Rasanya seperti kaku dan aneh kembali menyusui bayi. Yang dinantikan colostrum belum muncul juga dan entah kapan itu akan dikonsumsi oleh Ashraf. Setiap malam saya selalu begadang, tiap 2 jam sekali menyusui Ashraf sehingga setiap selesai sholat Subuh kadang masih ingin tidur lagi. Badan rasanya lemas.

Setiap pagi, saya rutinkan untuk berjemur Ashraf. Waktu itu Ashraf lahir bulan Desember 2019, musim Hujan dan dengan penuh harap kepada ALLOH SWT setiap malam selalu berdoa agar besok pagi akan ada matahari yang cerah menyinari bumi.

Alhamdulilah waktu berputar begitu cepat, kini Ashraf sudah memasuki usia 7 bulan, pertumbuhan dan perkembangannya begitu cepat sehingga kemampuan motoric kasar dan halusnya sangat baik. Ashraf kini sudah pandai duduk alhamdulilah dan mulai belajar merangkak, kata pertamanya adalah Enyaaak. Dan ini yang membuat saya dan Kakak nya tertawa terbahak – bahak hahaha

Ada masa dimana saya Merasakan sakit ketika menyusui Ashraf disebut sebagai Mastitis. Banyak yang bilang karena Ashraf anak laki – laki sehingga menyusu nya sangat kuat. Memang benar adanya, sampai putting saya lecet dan berdarah. Astagfirullah aladzim. Ketika ingin memberikan hak Ashraf yaitu Air Susu Ibu, saya merasa stress duluan. Karena perih, luka yang membuat putting saya menjadi sakit. Banyak yang menyarankan saya untuk mengolesnya dengan asi itu sendiri agar luka nya menjadi sembuh, kadang saya oleh minyak tawon, minyak VCO alhamdulilah luka sembuh dengan sendirinya.

Selain itu saya mulai membiasakan diri untuk mengurangi karbohidrat dan rajin mengkonsumsi buah dan sayuran hijau seperti sayur bayam, sayur katuk, sayur kangkung, sayur lodeh dan buah semangka dan buah pir serta mengkonsumsi banyak protein hewani supaya jaitan Caesar dibagian dalam cepat sembuh. Dan juga saya rajin mengkonsumsi suplemen tambahan seperti usana nutricential dan kebetulan saya suka makan kacang almond atau minum susu almond atau susu kurma. Alhamdulilah ASI saya deras sehingga ketika Ashraf usia 3 bulan berat nya langsung 6 kg.

Berikut ini saya ingin berbagi tentang manfaat ASI (Air Susu Ibu) untuk Bayi  :

  1.   Sistem kekebalan tubuh bayi menjadi ASI
  2. Membuat si Kecil jadi lebih cerdas
  3. Berat Badan Ideal
  4. Tulang Bayi lebih kuat
  5. Mendapat limpahan Kolesterol
  6. Mengurangi resiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak
  7. Menjalin silaturahim yang kuat antara Ibu dan Bayi
  8. KB Alami
  9. Mengurangi Pendarahan & Hemat Uang

Beruntung lah bagi Ibu yang dapat memberikan ASI secara langsung (DBF) direct breast feeding selain kita bisa hemat tidak perlu membeli susu formula dan batin Ibu dan anak menyatu melalui ASI. Karena untuk menghasilkan ASI yang berkualitas baik, ini yang paling penting yaitu Ibu harus memelihara perasaan bahagia dan memastikan perut Ibu kenyang. Karena dengan hormone oksitoksin sehingga ASI berkulitas baik. Untuk apa mengkonsumsi ASI booster jika Ibu selalu merasa sedih??

Sehat selalu Baby Ashraf anak ku sayang. Semoga ALLOH SWT senantiasa melindungi mu dan Mamah akan berusaha semaksimal mungkin agar tumbuh kembang mu optimal dengan memberikan ASI EXCLUSIVE sampai usia mu 2 tahun. Aaamiin Allohuma Aaamiin.

Salam Sayang

Opi Rahmita

1 thought on “MENYUSUI ASHRAF DENGAN PENUH CINTA”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *