SCHOOL FROM HOME

Karena pandemic covid19 yang berlangsung sudah lebih dari 4 bulan ini, akhirnya Mentri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. menerapkan system belajar PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) dan saya sangat bersyukur akan hal itu. Untuk sementara ini sangat baik bagi anak – anak agar terhindar dari bahayanya penularan covid19.

Fayza, anak saya yang pertama yang kini sudah duduk di bangku sekolah dasar kelas 2 A – Sekolah Adab Insan Mulia pun menerapkan hal yang serupa. School From Home atau sekolah dari rumah yang dilakukan secara online menggunakan applikasi Zoom dari link yang sudah dibagikan di WhatsApp group, biasanya dimulai pada pukul 06.00 pagi. Anak – anak harus sudah stand by didepan laptop atau smart phone pada pukul 05.45 am

Kakak Fayza – Sekolah dari Rumah

Sebelum belajar harus dipastikan bahwa Kakak Fayza sudah melakukan sholat Subuh, bersiwak dan sarapan pagi. Juga membaca Zikir pagi agar belajar nya menjadi tenang dan ikhlas. Disekolah Adab Insan Mulia anak – anak membaca doa sebelum belajar, mendengarkan penjelasan dari Pak Ustad Amirul Mu’minin.

Seperti biasa, sebelum memulai materi pelajaran Pak Uztad dan Ibu Uztazah mengajak anak – anak untuk berbincang – bincang sambil mengulang materi hari kemarin dan murajaáh {hafalan surat Jus 30}. Praktik umum School From Home, guru sekolah akan meyiapkan materi belajar dan tugas – tugasnya di foto kemudian yang biasanya dikirimkan melalui WhatsApp Group Sekolah.

Setelah beberapa jam kemudian anak – anak mengerjakan tugas kemudian melaporkannya kembali kepada guru – guru. Dan sebelum jam delapan malam orang tua harus sudah menyerahkan semua tugas – tugas yang sudah di check list. Salah satu list nya adalah Olah raga ringan, Tematik, Membaca Iqo dan lain sebagainya.

Dari awal sebelum mendaftar, Sekolah Adab Insan Mulia sudah menegaskan bahwa sekolah bukan tempat penitipan anak, sehingga orang tua dan para guru harus bersinergi bersama – sama membangun generasi yang beradab dengan melakukan berbagai kegiatan yang sesuai dengan kurikulum serta jadwal kegiatan dari sekolah.

Keadaan seperti ini merupakan pengalaman pertama buat saya, kondisi ini memegang kendali biasanya akan terlihat ketika responds dari para orang tua dan para siswa homeshooler  ketika tantangan mulai muncul. Buat saya mendidik anak dua tanpa suami itu berat luar biasa.

sebenarnya itu semua tergantung bagaimana cara saya mengatur waktu dengan baik. Yang paling penting Fayza harus nurut dan kompak dalam mengkondisikan semua proses agar semua berjalan smooth. Biasanya selesai belajar menggunakan applikasi Zoom. Kemudian Bapak Ustad menghubungi melalui WhatsApp untuk Video Call anak – anak satu demi satu untuk membaca Iqra dan melanjutkan hafalan surat – surat Jus 30.

Kakak Fayza membaca Iqra – Video Call

Saya mulai banyak berfikir bahwa untuk apa anak – anak belajar hal – hal yang tidak penting? Pelajaran yang tidak berbekal ilmu akhirat. Melakukan bisnis ketika gagal masih bisa diulang, Karena ketika mendidik anak itu tidak bisa diulang dan waktunya tidak bisa diputar ulang. Jadi memang harus benar – benar condong kepada ilmu Agama yang sangat mendasar sebagai fondasi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan analogi nya Fayza.

Tantangan nya buat saya kadang Fayza masih sulit untuk duduk dengan tenang sambil memperhatikan Pak Ustad yang sedang menjelaskan materi yang disampaikan. Belum lagi tangan nya Fayza yang sering aktif untuk pencet – pencet kadang layar zoomnya hilang. Kadang terdengar dari kejauhan suara – suara penjual tahu susu, suara rasa sayange dan kadang tangisan bayi Ashraf. Harapan saya semoga masa – masa penyesuaian ini, proses belajar nya menjadi menyenangkan.

Justru dengan menyesuaikan disegala aspek, keluarga Home Schooler  semakin bagus kerjasamanya, semakin paham irama dan gaya belajarnya yang cocok untuk anak – anak. Orang tua semakin mengenal karakter anaknya, kekuatan dan kelebihan juga minat dan bakat masing – masing anak. Alhamdulilah anak pun semakin mengenal dirinya sendiri dan bonding orang tua dan anak semakin kuat.

Mohon agar dilepaskan paradigm bahwa home shooling hanya tentang memindahkan kegiatan belajar sekolah ke rumah, jangan pernah mengira home shooling itu prosesnya ya seperti sekolah hanya lokasinya dipindahkan kerumah. Intinya praktik bisa saja sama, namun home schooling dan school from home berangkat dari cara pandang yang berbeda. Tetap semangat belajarnya Kakak Fayza! Apapun kondisi nya sekolah tetap harus nomor satu. Semoga badai pandemic covid19 ini segera ditemukan vaksinnya. Dan InsyaAlloh kita semua akan kembali kesekolah. Aaaamiiin.

Salam Sayang,

Opi Rahmita

1 thought on “SCHOOL FROM HOME”

Leave a Reply to ปั้มไลค์ Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *