SEMUA ANAK BINTANG

Saya adalah seorang Anak. Dilahirkan dari Keluarga Sederhana. Alm Ayah saya adalah seorang Kepala Bagian Ekspedisi PT. Pos Indonesia dan Ibu saya adalah seorang Guru Sekolah Dasar Negri Percontohan Kebon Kosong 15 pagi.

Beberapa waktu lalu saya mengikuti Seminar tentang “SEMUA ANAK BINTANG” yang diselenggarakan oleh Millenia Book Store.

Di Seminar ini menjelaskan luas tentang Menggali Kecerdasan Anak dan Bakat Terpendam dengan Multiple Intelligences Research.

 

 

Fayza membuat Playdooh #Dukungcerdasnya #AnakCerdasitu

Otak manusia itu unik. Meski tampak sama secara makro – anatomi, sesungguh nya secara mikro itu berbeda pada setiap orang. Itu sebabnya, kita memiliki keunggulan masing masing dengan menggunakan alat pencitra otak (brain imaging) tentu keunikan itu dapat dengan mudah diamati. Namun di Indonesia terutama dikalangan pendidik alat tersebut tak saja asing, juga tidak tersedia

 

A. Fayza Arsyad #AnakCerdasitu #DukungCerdasnya

Setiap anak adalah bintang dan cahaya nya bersinar indah manakala diamati dengan teropong bintang MIR yang memetakan berbagai sisi kecerdasan majemuk sang bintang.

Apakah seorang anak itu Bodoh? Ketika ia terlahir tanpa otak (brain). Otak anak di awal tumbuh kembang meresponds belajar dengan gerakan, visual dan emosi. Lebih tepatnya di pabrikasi di area stimulasi yang tepat. Jika saja orang tua dirumah dan guru menstimulasi cara belajar anak sebagaimana otak anak belajar, maka tidak ada akan anak yang mengalami kesulitan dalam belajar.

SETIAP ANAK CERDAS

#AnakCerdasitu – Benarkah setiap anak cerdas?

IMG_20131207_184708

ini adalah Anak saya bernama : Alfisahr Fayza Arsyad yang ketika itu usia nya 6 bulan.

For most human history, there was no scientific definition of intelligent. No doubt people spole often enough about the concept of intelligent and labeled other as more or less.

Bright, clever or Intelligent. Outstanding figure as diverse as Thomas Jefferson or Mahatma Gandhi could all be called Smart. Such informal discussion sufficed in ordinary parlance but chiefly because people rarely challenged one antoher on just what was meant by intelligent.

Dalam kenyataan nya memang ada anak anak yang dengan mudah kita kategorikan tidak cerdas. Mungkin dengan cepat sekali kita dapat melihat “ketidak mampuan anak kita” dari pada melihat kemampuan nya. Saya mengajak semua orang tua dan guru untuk mempunyai satu pemahaman bahwa daftar panjang ketidakmampuan/ disabilitas anak anak kita tersebut sepakat kita namakan sebagai HAMBATAN bukan TIDAK CERDAS.

Jadi kesimpulan nya adalah

Jika ada anak yang secara fisik yang otak nya sehat, tidak mengalami cedera otak, lalu anak tersebut masih mengalami hambatan belajar maka solusinya adalah antara orang tua dan guru yang harus mengetahui gaya belajar anak tersebut. Jika metode yang diterapkan sesuai, maka secara psikologis anak akan medapatkan kepercayaan diri bahwa “AKU BISA” “AKU PAHAM” “PELAJARAN INI GAMPANG” dan sebagainya.

20170408_145245.jpg

Mendefinisikan Kembali Makna Kecerdasan

Menurut Howard Gardner dalam buku nya Multiple Intelligent, #AnakCerdasitu seperti kecerdasan seorang tidak dapat diwakilkan oleh angka angka atau hasil test standard. Kecerdasan bersumber dari kebiasaan (Habbit) yaitu prilaku yang cenderung di ulang ulang. Ada dua batasan kebiasaan yang berkaitan dengan kercerdasan ini yaitu :

  1. Kebiasaan seseorang menciptakan produk baru yang memiliki nilai budaya (Kreatifitas)
  2. Kebiasaan seseorang menyelesaikan masalahnya sendiri (Problem Solving)

Arti nya ketika anak kita berhasil membuat suatu karya, meski sangat sederhana, maka cukuplah kita menyebut dia anak cerdas. #DukungCerdasnya Ketika anak kita berani tampil dengan kemampuan nya menyanyi, membaca puisi, bermain drama, berdiskusi dan lain lain. Maka cukup sudah kita menyebutnya cerdas.

Ketika anak kita mampu menyelesaikan masalah yang dialaminya, apakah masalah tersebut berkaitan dengan rutinitas. Seperti mulai memakai baju sendiri. Memakai kaus kaki dan sepatu sendiri. Sampai dalam perkembangan usia nya mampu menyelesaikan masalah psikologis. Seperti bagaimana menjalin persahabatan dengan teman teman nya, memahami kondisi orang lain dalam berinteraksi. #DukungCerdasnya Bagaimana cara menghindari tekanan psikis dan lain lain. Cukup kita sebut anak kita cerdas.

20180414_142029.jpg

Howard Gardner dalam buku nya Five Minds for the future menjelaskan lebih detail bagaimana cara mempertahankan kecerdasan yang bersumber dari kebiasaan seseorang untuk kreatif dan kemampuan menyelesaikan masalah. Agar kebiasaan positif ini langgeng ada 5 hal yang harus dilakukan :

  1. Kedisiplinan (Discipline mind)
  2. Berfikir secara terstruktur membentuk kesimpulan yang tepat dalam memandang berbagai kondisi (Synthesizing Mind)
  3. Berfikir Kreatif (Creating Mind)
  4. Selalu Menghormati orang lain (Respectful mind)
  5. Berprilaku Baik dalam Berinteraksi (Ethical Mind)

Lima hal ini lah sebenarnya FONDASI PENTING untuk anak anak kita dalam menghadapi masalah di sepanjang jaman termasuk Jaman Millennial.

 

Fayza for Cerebrofort #DukungCerdasnya #AnakCerdasituAnakSehat

 

 

Kecerdasan itu Multi Dimensi

Zaman dahulu, #AnakCerdasitu anak cerdas selalu di identikkan dengan pandai berhitung dan pandai berbicara. Zaman Sekarang sudah berkembang Menurut Howard Gardner dalam buku nya Multiple Intelligence – Bahwa kecerdasan manusia itu tidak tunggal tetapi beragam dan majemuk. Teori Kecerdasan Multiple Intelligence secara umum ada 8 Kecerdasan :

  1. Liguistik Bahasa
  2. Matematika Logis (angka dan logika)
  3. Visualisasi (gambar dan ruang)
  4. Musikal (Musikalisasi)
  5. Kinestesis (Bergerak)
  6. Interpersonal (Bergaul)
  7. Naturalis (alami)
  8. Intrapersonal (Diri Sendiri)

IMG_20180410_102502_113.jpg

Cara Mengembangkan Kecerdasan :

Maksud dan istilah cara mengembangkan kecerdasan adalah : Menemukan dan Mempertahankan dalam waktu yang cukup lama sampai masuk dalam kondisi terbaik anak kita.

Kondisi terbaik seseorang tidak berhubungan dengan factor usia. Fakta membuktikan banyak anak anak kecil yang sudah menemukan kondisi terbaik nya. Sebaliknya banyak juga kondisi terbaik seseorang ditemukan pada saat orang tersebut sudah memasuki usia dewasa.

Dalam buku SEKOLAH NYA MANUSIA, saya meneliti faktor penyebab atau cara seseorang mampu menemukan dan mengembangkan kecerdasannya.

Ada dua cara dalam mengembangkan kecerdasan anak kita :

  1. Proses Discovering Ability yaitu proses menunjukan dan menemukan kemampuan seseorang dengan terus memberikan apresiasi terhadap kelebihan kelebihan yang ditunjukan setiap saat. Ketika anak kita yang berusia dini mampu membuat origami berbentuk seekor burung meskipun bentuk nya kacau balau. Lingkungan harus memberikan apresiasi terhadap karya nya. Apresiasi ini lah yang dapat menimbulkan kepercayaan diri pada konsep diri anak kita. Kebiasaan orang tua dirumah atau guru disekolah untuk selalu melakukan discovering ability menjadi ujung tombak yang penting untuk memantik kecerdasan anak kita. Sebaliknya jika lingkungan anak kita memperlakukan anak kita dengan discovering disability yaitu selalu yang dilihat adalah kelemahan kelemahan anak kita. Maka mereka akan sulit menemukan kecerdasan.
  2. Proses the right Man on the Right Place. Yaitu menempatkan profesi anak kita sesuai dengan kemampuan nya. Terkadang para orang tua menginginkan anak nya berprofesi sama seperti mereka. Bahkan, melarang jika anak nya memiliki bakat yang berbeda dengan orang tua nya. Dalam buku orang tua nya Manusia, saya mensosialisasikan konsep anak kita bukan anak kita. Kepada banyak orang tua. Jika bakat seorang anak sama dengan orang tua nya. Maka syah dan wajar wajar saja. Sebab terkait dengan faktor genetic atau keturunan. Namun jika bakat seorang anak tidak sama dengan orang tuanya lalu orang tua nya menarik paksa agar menjadi sama. Maka nanti nya yang akan menjadi korban adalah anak tersebut.

 

KEGIATAN KREATIF DIRUMAH

Kegiatan kreatif adalah aktifitas yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan seseorang. Apabila kegiatan ini secara teratur dilakukan makan akan dapat melejitkan kecenderungan kecerdasan anak. Bakat anak akan terpantik dan berkembang.

Kegiatan Kreatif biasa nya dinamakan sebuah Proyek. Orang Tua lah yang merancang kegiatan ini. Kemudian mensosialisasikan kepada anak anak untuk dilakukan secara bersama sama atau secara individual.

 

 

Stimulasi Fayza – Menggambar

Orang Tua diharapkan dapat memilih jenis kegiatan dan dianjurkan dalam sebulan minimal 2 kegiatan. Orang Tua dan Anak dapat menumbuhkan kegiatan kreatif selain yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Demikian Tulisan ini saya buat untuk mengikuti blog Competition yang diselenggarakan oleh CEREBROFORT agar dapat menambahkan khasanah wawasan terhadap tumbuh kembang Anak diusia Pra Sekolah.

 

#AnakCerdasItu

#AnakCerebrofort

#DukungCerdasnya

Wassalam

Opi Rahmita

www.opirahmita.com

 

15 thoughts on “SEMUA ANAK BINTANG”

  1. iya semua anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sama seperti kita orang tuanya,.. tapi kadang kita yang suka membandingkan dia dengan yang lain 🙁

  2. Setiap anak punya kelebihan dan keunikannya sendiri, yang terpenting peran seorang ibu sebagai penentu makanan yang tepat untuk anak. Apalagi anaknya masih balita

  3. Setuju mbaa setiap anak itu cerdas. Nggak ada anak yg bodoh. Hanya saja kecerdasan mereka berbeda2, seperti tulisan mba saja.. tergantung ortunya untuk menemukan dengan tepat apa kecerdasan yang dominan pada anak.

  4. Membaca artikel ini aku jadi tau satu lagi multiple intelegencies, tadinya yg kutahi ada 7 aja sekarang nambah satu yaitu intrapersonal. Kegiatan kreatif di rumah memang sangat membentuk kecerdasan seorang anak ya Mba. Semoga saat aku jadi seorang ibu nanti bisa membuat kegiatan kreatif yg menumbuhkan kecerdasan anak, bukan jadi seorang ibu yg sibuk dengan gadget hehehhe. Thanks infonya Mba

  5. Zaman now udah banyak ortu yang paham bahwa kecerdasan itu enggak melulu cuma kecerdasan dalam hal akademik aja ya mbak, namun ada yg lebih penting dan jangan sampai dilupakan, seperti berkreativitas dan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri td. Oh iya jgn lupakan jg kecerdasan emosi, kecerdasan bersosialiasi 😀

  6. Lengkap banget ulasannya mba. Terima kasih atas sharingnya. Saya jadi punya gambaran langkah seperti apa yang harus saya lakukan untuk menstimulasi anak-anak di rumah.

  7. Menjadi orang tua zaman sekarang memang harus pintar2 mencari kreatifitas untuk mengasah kemampuan anak ya mbak. Membaca ulasan mbak membuat saya punya gambaran untuk nantinya harus bagaimana jika sudah mempunyai anak. Makasih untuk sharingnya, Mbak 🙏

  8. Iyaa benerrr banget. Semua anak itu punya kecerdasan yg berbeda. Andai dr dulu semua ortu n guru paham mengenai hal ini ya.. Sygnnya dulu yg dinilai sisi kognitif melulu. Padahal sampe gede penilaian kecerdasan anakpun meluas, tdk berpusat di kognitif sj..

  9. Semua anak adalah bintang, punya sinarnya masing-masing. Semua anak adalah unik, punya kelebihan masing-masing. Anakku semuanya tipe yang enggak bisa diem sih tapi alhamdulillah dengan gaya belajar yang tepat mereka mau aja sih diajakin learning bareng gituuu

  10. Saya setuju mbak, semua anak adalah bintang. Jd kita sbg ortu hanya perlu fokus ke anak kita, gak usah membandingkan ya. Tentunya jg ortu harus terus kasi semangat dan motivasi kepada anak supaya bener2 bisa jadi “bintang” sesuai harapan ortu, bukan krn melihat anak lain udah bisa ini itu TFS artikelnya

  11. Sayangnya, beberapa orang tua mengkorelasikan kecerdasan semata-mata dengan nilai akademik di sekolah. Padahal banyak hal lain yang bisa mengindikasikan anak cerdas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *