Umbul Donga Menjaga Indonesia

Merawat NKRI dan Menjaga Indonesia.

Selamat Pagi Pembaca yang baik hati. Semoga selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan sehat selalu. Aamin. Dalam kesempatan kali ini saya ingin berbagi tentang merawat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) melalui festival budaya. Indonesia adalah Negara yang terkenal akan keaneka ragaman budayanya, slaah satunya adalah alat music tradisional yang sering digelar melalui festival budaya.

Doa Anak Negeri Umbul Donga Nusantara 2019

Alat musik tradisional di Indonesia memiliki nama dan kegunaan yang unik dari masing – masing daerah, selain alat musik Indonesia juga dikenal dengan rumah adat dan tarian daerahnya. Dengan kekayaan budaya yang kita miliki seharusnya kita mengetahui lebih dalam tentang budaya dan menjaga negeri kita tercinta.

Alat Musik Tradisional sorce : radenwinata.com

Festival dari bahasa latin berasal dari kata Festa atau pesta dalam bahasa Indonesia. Festival biasanya berarti pesta besar atau sebuah acara meriah yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Bisa juga diartikan dengan hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa atau pesta rakyat.

Indonesia mempunyai beragam alat musik tradisional dari berbagai daerah salah satunya bernama gamelan yang terbuat dari logam berasal dari Jawa tengah. Juga ada kolintang dan angklung yang terbuat dari bambu. Dilihat dari berbagai macam alat music saja bahwa Bangsa Indonesia menunjukan bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang Besar Bangsa yang Pintar.


Kota Surakarta juga disebut sebagai Kota Solo yang berada dibawah provinsi Jawa Tengah Indonesia. Sisi timur kota Solo dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncong bernama Bengawan Solo.


Kota Solo source wikipedia

Solo mempunyai tempat makan yang enak dan murah, bahkan kota ini sudah mendapat sebutan kota kuliner, aneka makanan baik yang modern maupun tradisional tersedia di kota Solo. Dari kota solo yang paling saya suka yaitu serabi Solo. Serabi solo adalah sebuah makanan ringan berasal dari kota Solo Jawa Tengah. Makana ini terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan dan digoreng diatas arang.

Kue Serabi source google.com

Solo, 3 Maret 2019 diadakan Kenduri Nusantara 2019 – DOA ANAK NEGRI Umbul donga merawat NKRI Menjaga Indonesia pada pukul 07.00 – 10.00 WIB di Benteng Vastenburg Surakarta. Tentang sebuah lagu Kulihat Ibu Pertiwi sedang bersusah hati.

Doa Anak Negeri Kenduri Nusantara 2019

Kenduri yaitu perjamuan makan untuk memperingati sebuah peristiwa. Kenduri lebih dikenal dengan selametan. Masyarakat Solo merasakan kesusahan hati Ibu Pertiwi, juga merasa gelisah dengan situasi bangsa yang berkembang akhir akhir ini dimana sudah tidak ada lagi rasa saling menghargai, tepo seliro dan hotmat menghormati. Semakin hari semakin panas oleh perbedaan pendapat. Perbedaan pilihan tergiring menjadi menyebar saling curiga, ujaran kebencian, amarah dan bahkan tindakan yang merusak tali silaturahim dan kekeluargaan. Persaudaraan serta persahabatan sekonyong konyong rusak dan semakin parah oleh tindak tanduk oleh sebagian pengelompokan.

Umbul donga memanjatkan doa bersama secara lintas iman untuk keselamatan negeri dilakukan oleh warga Solo bersama dengan para ulama rakyat salah satunya Gus Muwafig.

K.H. Gus Muwafig source : google.com

K.H. Ahmad Muwafig atau lebih dikenal dengan Kyai Muwafig atau Gus Muwafig adalah salah satu ulama Nahdatul Ulama (NU) yang berasal dari kota Yogyakarta. Gus Muwafig dikenal sebagai salah satu orator NU zaman sekarang karena kedalaman ilmu dan kemampuan berorasi yang dimilikinya. Selain ulama yang paham ilmu agama, Gus Muwafig juga mendalami ilmu lain salah satunya ilmu sejarah dan peradaban yang disampaikan dengan bahasa yang lugas dan mudah diterima masyarakat. Gus Muwafig pernah menjabat sebagai asisten pribadi K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) termasuk saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Perhelatan ini merupakan inisiatif warga masyarakat Solo sendiri, sebagai bentuk kepedulian warga solo terhadap situasi bangsa yang semakin jauh dari rasa solidaritas.

Bhinneka Tunggal Ika hanya menjadi symbol belaka bahwa Negara kita memiliki sejarah yang dibangun oleh beragam budaya, beragam suku suku bangsa dan beragam agama serta kepercayaan yang dianutnya.

Untuk itulah dibutuhkan kesadaran untuk kembali ke akarnya bahwa kita memiliki bangsa yang kaya akan warisan budaya.
Inilah saatnya kembali merawat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) menjaga Indonesia yang menjadi tanggung jawab semua pihak sebagai anak bangsa agar tidak mudah dipecah belah.
Warga solo tidak rela bangsa ini terbelah dan tidak tenang dalam melanjutkan membangun negri demi kesejahteraan rakyat.

Kenduri dengan sajian tumpengan merah putih adalah symbol semangat kami symbol kecintaan kami pada NKRI. Sebenarnya bukan hanya warga Solo yang tidak rela, menurut saya sebagai bangsa yang besar dengan berbagai suku keberagaman atas nama Bangsa Indonesia bersatu padu untuk menjaga negri ini.

Tumpengan

Kondisi ini lah yang menggerakan masyarakat solo untuk menggelar doa bersama. Kenduri Nusantara Doa Anak Negri untuk umbul donga memanjatkan doa bersama untuk keselamatan negri.
Kenduri merupakan sebuah mekanisme social untuk merawat keutuhan, memulihkan keretakan dan meneguhkan kembali cita – cita bersama sekaligus melakukan control social atas penyimpangan dari cita – cita tersebut.

Masyakat solo berharap agar warga diwilayah lain seantero negeri juga bisa melakukan hal yang sama dengan cara dan bentuk sesuai dengan tradisi dan kepercayaan atau keyakinan masing – masing.
h

Inilah saatnya kita menata kembali ruang social kita membukan kembali sekat – sekat, membersihkan kembali saluran – saluran yang kotor dan menyiramnya dengan air kesejukan.
Kita rawat dan jaga bersama agar Ibu Pertiwi tidak bersusah hati. Mari kita bersimpuh dan memanjatkan doa. Demi kita semua sebagai bangsa yang besar Bangsa Indonesia.
Salam Cinta Negeri

#KenduriNusantara2019 #umbuldonga #MenjagaIndonesia #DoaAnakNegri #MerawatNKRI #SalanCintaNegeri #guyubrukun #agawesantosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *